Kevina Bali

all about balinesse life

Barong Landung dan Asal Mula-nya

Sejarah dari Barong Landung merupakan perwujudan dari raja Bali yaitu Raja Jaya Pangus yang memperistrikan seorang Putri Cina bernama Kang Cing Wei. Raja Jaya Pangus diwujudkan dalam Barong Landung ditokohkan dengan boneka besar hitam dan giginya ronggoh, sedangkan putri Kang Cing Wei ditokohkan dengan boneka cantik tinggi langsing bermata sipit dan selalu tersenyum mirip dengan roman muka seorang Cina. Raja Jaya Pangus yang bertahta di Pejeng yang tidak diketahui di Bali pada jaman paparaton dari dinasti Warmadewa, didampingi oleh seorang Bhagawan yang sakti dan bijaksana bernama Empu Siwagana. Perkawinan Raja Jaya Pangus dengan Putri Cina sudah terjadi tetapi Sang Hyang Bhagawanta tidak merestui perkawinan itu. Sri Jaya Pangus dituduh telah melanggar adat yang sangat ditabukan saat itu, yakni telah dengan berani mengawini putri Cina yang elok bernama Kang Cing Wei itu. Empu Siwagana lalu menghukum Raja Jaya Pangus dengan membuat hujan lebat dan membuat kerajaan menjadi banjir dan tenggelam. Walaupun perkawinanya tidak direstui oleh Dewa, ia tetap mencintai istrinya seorang Cina itu. Raja Jaya Pangus akhirnya pergi dan membuat kerajaan baru yang diberi nama kerajaan Balingkang. Nama ini merupakan perpaduan dari kata Bali = bali, dan Kang = Cina. Raja kemudian dijuluki oleh rakyatnya sebagai Dalem Balingkang. Sayang, karena lama mereka tidak mempunyai keturunan, raja pun pergi ke Gunung Batur, memohon kepada dewa di sana agar dianugerahi anak. Namun celakanya, dalam perjalanannya ia bertemu dengan Dewi Danu yang jelita. Ia pun terpikat, kawin, dan melahirkan seorang anak lelaki yang sangat kesohor hingga kini yaitu Maya Danawa.

Continue reading

September 27, 2011 Posted by | Art & Culture, History | , , , , | 6 Comments

Tradisi Masyarakat Desa Trunyan

DESA Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, di sebelah timur Danau Batur, tampak mayat disemayamkan sanak saudara di bawah pohon kemenyan Trunyan. Keunikan itu hanya untuk mayat orang-orang tertentu saja.

Trunyan adalah desa kuna yang dianggap sebagai desa Bali Aga (Bali asli). Trunyan memiliki banyak keunikan. Daya tariknya paling tinggi adalah keunikan memperlakukan jenasah warganya. Trunyan memiliki tiga jenis kuburan yang menurut tradisi desa Trunyan, ketiga jenis kuburan itu diklasifikasikan berdasarkan umur orang yang meninggal, keutuhan jenasah dan cara penguburan.

Kuburan utama, dianggap paling suci dan paling baik. Jenazah yang dikuburkan pada kuburan suci ini hanyalah jenazah yang jasadnya utuh, tidak cacat, dan jenasah yang proses meninggalnya dianggap wajar (bukan bunuh diri atau kecelakaan).

Kuburan yang kedua disebut kuburan muda yang khusus diperuntukkan bagi bayi dan orang dewasa yang belum menikah. Namun tetap dengan syarat jenasah tersebut harus utuh dan tidak cacat.

Kuburan yang ketiga disebut Sentra Bantas. Kuburan ini khusus untuk jenasah yang cacat dan yang meninggal karena salah pati maupun ulah pati (meninggal secara tidak wajar misalnya kecelakaan, bunuh diri).

Dari ketiga jenis kuburan tersebut yang paling unik dan menarik adalah kuburan utama atau kuburan suci (Setra Wayah). Kuburan ini berlokasi sekitar 400 meter di bagian utara desa dengan dibatasi oleh tonjolan kaki tebing bukit. Untuk membawa jenasah ke kuburan harus menggunakan sampan kecil khusus jenasah yang disebut Pedau. Meski disebut dikubur, namun cara penguburannya unik, yaitu dikenal dengan istilah mepasah.

Jenasah yang telah diupacarai menurut tradisi setempat diletakkan begitu saja di atas lubang sedalam 20cm. Sebagian badannya dari bagian dada ke atas, dibiarkan terbuka, tidak terkubur tanah. Jenasah tersebut hanya dibatasi dengan ancak saji yang terbuat dari sejenis bambu membentuk semacam kerucut, digunakan untuk memagari jenasah. Di Setra Wayah ini terdapat 7 liang lahat terbagi menjadi 2 kelompok. Dua liang untuk penghulu desa yang jenasahnya tanpa cacat terletak di bagian hulu dan masih ada 5 liang berjejer setelah kedua liang tadi yaitu untuk masyarakat biasa.

Continue reading

February 22, 2011 Posted by | Art & Culture, History, Tourism | , , | 1 Comment

Bali Green & Clean

Pembangunan Daerah Bali berlandaskan pada kebudayaan yang dijiwai oleh Agama Hindu dengan filosofi Tri Hita Karana, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelestarian budaya, dan lingkungan hidup, guna menuju masyarakat yang maju, aman, damai dan sejahtera (Bali Mandara). 

Provinsi Bali yang memiliki luas wilayah ± 5.636,66 km2 atau 0,29% dari luas daratan Indonesia, dengan jumlah penduduk daerah Bali 3.409.845 jiwa (tahun 2008) dimana tingkat pertumbuhannya 1,80% per tahun. Oleh karena itu, Bali memiliki keterbatasan yang nyata terhadap ketersediaan sumber daya alam, akan tetapi memiliki kekhasan budaya daerah dan jasa lingkungan alam yang merupakan potensi dan andalan sebagai modal dasar pembangunan.

Bali Green Province telah dicanangkan oleh Gubernur Bali pada tanggal 22 Pebruari 2010 bertepatan dengan pembukaan Konferensi UNEP ke-11 di Nusa Dua. Dan pada tanggal 20 Juli 2010 telah dilaksanakan workshop dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat, membahas peta jalan (road map) menuju  Bali Green Province.

Bali Green Province adalah komitmen Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali, swasta, LSM, Perguruan Tinggi, sekolah, Desa Pekraman dan seluruh komponen masyarakat Bali, dengan segala daya dan upaya untuk mewujudkan Bali yang bersih, sehat, nyaman, lestari dan indah bagi generasi kini dan akan datang menuju tercapainya Bali yang maju, aman, damai dan sejahtera (Bali Mandara).

Dalam mewujudkan Bali Green Province dikembangkan 3 (tiga) kebijakan dasar yang meliputi:

  1. Mendorong partisipasi masyarakat melalui pendidikan formal, informal dan non formal;
  2. Melakukan upaya bersama dan sinergis (kemitraan) dengan komponen swasta/pengusaha dalam menekan pencemaran dan perusakan lingkungan hidup;
  3. Meningkatkan kerja sama dengan seluruh komponen masyarakat melalui berbagai aktivitas nyata (gerakan) dalam mewujudkan Bali yang bersih, sehat, nyaman, lestari dan indah.

Kelestarian lingkungan hidup Daerah Bali menjadi komponen penting dalam mewujudkan visi Bali Mandara. Lingkungan hidup Daerah Bali yang lestari tidak saja akan mampu memberikan dukungan bagi kehidupan masyarakat dan pembangunan, juga akan menumbuhkan vibrasi spiritual (taksu), sehingga terwujudnya lingkungan yang aman, nyaman, dan damai guna peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Dalam hubungan ini, untuk menuju Bali Green Province, Pemerintah Provinsi Bali menetapkan 3 (tiga) strategi dasar yakni :

  1. Melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya (kearifan lokal) yang berwawasan lingkungan hidup, termasuk berbagai aktivitas keagamaan baik yang berskala kecil, menengah maupun besar (Green Culture);
  2. Mewujudkan perekonomian Daerah Bali yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun tetap dapat menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup untuk generasi masa kini dan yang akan datang (Green Economy);
  3. Mewujudkan lingkungan hidup Daerah Bali yang bersih dan hijau, sehingga dapat terbebas dari pencemaran dan kerusakan sumberdaya alam (Clean & Green).

Terlepas dari program dan kebijakan  yang dilakukan pemprov Bali, tentunya keberhasilan Bali Green Province sangat tergantung pada kesadaran, partisipasi dan dukungan secara sinergis semua komponen masyarakat Bali.

Sumber:

http://www.baliprov.go.id/programunggulan/2010/11/bali-green-and-clean

January 7, 2011 Posted by | Art & Culture, Health, Tourism | , , | Leave a comment

Makanan Khas Bali

Babi Guling merupakan makanan khas Bali yang paling populer.

Babi guling merupakan sejenis lauk pauk yang dibuat dari anak babi betina atau jantan secara utuh kecuali isi perutnya dikeluarkan dan dibersihkan dengan air hangat, seluruhnya diganti dengan bumbu dan sayuran seperti daun ketela pohon, dipanggang diatas bara api sambil diputar-putar ( diguling-gulingkan) sampai matang yang ditandai dengan warna kulitnya menjadi kecoklatan dan renyah. Bumbu Bali juga mempengaruhi rasa kelezatan kulit babi guling, bumbu tradisional Bali “Base Genep,” serta dicampur dengan sayur daun singkong. Ketika daging babi matang, bumbu dan sayur itulah yang nantinya mendampingi kulit babi maupun daging babi ketika di makan.

Continue reading

December 28, 2010 Posted by | Art & Culture | , , , | 1 Comment

Festival Layang-Layang Bali

Festival Layang-layang Bali pertama kali digagas oleh budayawan yang  juga mantan Gubernur Bali Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, pada tahun 1978. Festival Layang-layang Bali biasanya diadakan pada bulan Juli-Agustus setiap tahunnya. Lokasi festival layang-layang ini biasanya berada di Pantai Padang Galak, Sanur – Bali. Para peserta lomba ini adalah warga dari beberapa daerah kabupaten/kota  yang ada di Bali  seperti : Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan. Juga ada dari beberapa dari daerah lain di Indonesia maupun dari luar negeri seperti Jepang, Amerika, Australia dan dari Eropa juga berpartisipasi pada acara ini.

Bagi masyarakat Bali, layang-layang sudah menjadi budaya agraris mereka. Hal ini dapat dilihat selama waktu panen, angin bertiup sangat keras dan ini adalah saat yang tepat untuk mengadakan kegiatan lomba ini. Hal ini juga terlihat dari kehidupan masyarakat Hindu di bali yang menggunakan wujud Sang Hyang Rare Angon sebagai simbol kedekatan layang-layang dengan masyarakat Bali. Layang-layang menjadi ungkapan rasa syukur dan kebahagian petani atas keberhasilan panen mereka kepada Dewa Siwa, satu dari tiga manifestasi Tuhan dalam agama Hindu.

Continue reading

September 2, 2010 Posted by | Art & Culture | , , | 4 Comments

JEGOG

JEGOG merupakan kesenian khas daerah kabupaten Jembrana, Bali. Gamelan Jegog awalnya merupakan gamelan bilah dimana bilah tersebut terbuat dari kayu Bayur/Panggal Buaya dengan resonator bambu yang terdapat dan tumbuh subur di sebagian besar wilayah Jembrana. Namun karena langkanya bahan baku kayu tersebut, pada perkembangan selanjutnya bilah tersebut digantikan dengan hanya memakai bambu saja. Terjadinya perubahan ini ternyata secara musikal menghasilkan kualitas suara yang lebih nyaring dan menghasilkan suara yang menggema, sangat merdu dan menawan hati.

Kisah Awal Kesenian Jegog

Kata “Jegog” diambil dari instrumen Kesenian Gong Kebyar yang paling besar. Secara aklamasi masyarakat Jembrana khususnya di kalangan seniman menunjuk bahwa yang menciptakan gamelan ini adalah I Wayan Geliguh atau Kiyang Geliduh (1872) pada tahun 1912. Ia adalah seorang seniman yang berasal dari Banjar Sebual, Desa Dangin Tukad Aya, Kecamatan Negara, Jembrana.

Continue reading

August 11, 2010 Posted by | Art & Culture | , , , | 1 Comment

Taman Budaya Bali (Bali Art Centre)


Taman Budaya Bali (Bali Art Centre) wilayah dibagi menjadi 4 kompleks, yaitu:
– Kompleks Taman Suci (Kompleks Taman Suci) = Pura Pepaosan Beji, Bale Selonding, Bale
– Kompleks Tenang = Perpustakaan Widya Kusuma
– Kompleks setengah = Mahudara Exhibition Building, Bangunan Craft, Sculpture Studio, Rumah Seni dan Wantilan
– Kompleks ramai = Tahap Open Stage Ardha Candra dan tertutup Ksirarnawa (keduanya berlokasi di Sungai Selatan)

Continue reading

June 30, 2010 Posted by | Architecture, Art & Culture, Tourism | , | Leave a comment

Sekilas tentang Situs Tamblingan.

Berbicara tentang Pura Penataran Pande Tamblingan yang dahulu dikenal sebagai Pura Catur Lepus, tidak bisa lepas dari penemuan Situs Tamblingan yang berawal dari penemuan sebuah lempeng prasasti tembaga oleh Pan Niki (warga Desa Wanagiri) pada tahun 1997.

More… Situs Tamblingan.

June 30, 2010 Posted by | Art & Culture, History | , , | Leave a comment

Bali Heritage Culture

Deskripsi

Pulau Bali telah lama dicirikan di dunia sebagai “surga” terakhir di bumi, masyarakat tradisional terisolasi dari dunia modern dan perubahan-perubahan, yang penduduknya memiliki bakat seni yang luar biasa dan menguduskan cukup banyak waktu dan materi untuk upacara-upacara adat dan dewa-dewi – nya. Oleh karena itu, hubungan antara aspek berwujud dan tidak berwujud merupakan aspek utama dari warisan dan budaya Bali. Warisan budaya pulau berjalan di luar struktur fisik dan lanskap. Lebih daripada di tempat lain di semenanjung Indonesia, terdapat hubungan yang rumit antara lingkungan binaan, pengaturan alam dan kehidupan sosial dan keagamaan.

Bali adalah bagian dari kepulauan Indonesia, terletak di antara delapan dan sembilan derajat selatan khatulistiwa. Mencakup area seluas 563,300 hektar termasuk tiga pulau lepas pantai.

Kombinasi antara iklim tropis, hujan dan tanah vulkanis subur membuat Bali tempat yang ideal untuk budidaya tanaman; termasuk tumbuhnya padi, kelapa, cengkeh dan kopi. Kegiatan pertanian ini mempunyai pengaruh yang besar pada lanskap Bali, terutama dalam penciptaan beras teras. Selama seribu tahun terakhir, masyarakat Bali melakukan modifikasi yang menyesuaikan pulau mereka, terasering lereng bukit dan menggali kanal untuk mengairi lahan, memungkinkan mereka untuk menanam padi.
Continue reading

April 22, 2010 Posted by | Art & Culture, Tourism | , , | 4 Comments

SEJARAH PESTA KESENIAN BALI

Pesta Kesenian Bali diselenggarakan sebagai upaya persembahan karya cipta seni terbaik masyarakat. Bilapun kini masyarakat berkeinginan memilih antara kesenian dan kerajinan, profan dan sekular, pesanan dan kreativitas murni masyarakat Bali, semua itu mereka kerjakan dengan semangat “persembahan “. Perbedaan itu tidak akan mengurangi hakekat berkesenian. Kegiatan berkesenian didasari oleh motivasi sebagai persembahan yang terbaik dan “spirit” dalam segala aktivitas masyarakat Bali.

Seni yang ditampilkan adalah persembahan dan karya cipta yang dihasilkan juga sebagai persembahan. Hal ini yang masih dijadikan. Persembahan seni dan karya cipta mengandung makna pembebasan yang iklas yang dalam ajaran Hindu sering disebut dengan yadnya. Yadnya yang dipersembahkan melalui seni dan karya cipta menjadikan hasil ciptaannya sebagai persembahan terbaik, maka sedapat mungkin seseorang seniman tidak akan mempersembahkan miliknya atau karyanya yang paling jelek atau seadanya, apalagi persembahan itu berupa seni dan karya cipta yang terlahir dari budi daya sebagai hulu cinta kasih dan peradaban rohani seni masyarakat.

Continue reading

April 22, 2010 Posted by | Art & Culture, History | , , | 2 Comments

  • Archives

  • Blog Stats

    • 135,759 hits
  • Recent Posts

  • ardha candra arsitektur art center artshop asta bhumi asta kosala kosali bajra sandhi bali bali kite festival barong bbm breakfast buleleng cara celuk chevrolet culture dahsyat emas galungan gambelan gamelan gedung gong kebyar healthy hemat heritage ideal janger jegog jembrana joged kadar kerajinan kesehatan kite layang-layang melasti merawat mobil monumen museum museum bali ngaben nyepi obat obyek wisata ogoh-ogoh pande pariwisata pelabuhan pelebon perak perhiasan perpustakaan pesta kesenian bali pete pitra yadnya PKB sarapan sejarah Seks seksual seni situs sudamala sunset tahun baru saka tamblingan tari tari baris tari pendet tema tips tradisional
  • Event

    June 15 - July 13, 2013

    Bali Art Festival XXXV 2013
    “Taksu : Membangkitkan Daya Kreatif dan Jati Diri”
    Please visit http://www.baliculturegov.com or contact: 0361. 243 621 for detail information & schedule

    kitefest2009

    July, 2013

    The annual event takes place around July or August as the strong wind heads for Padanggalak, Sanur, where the festival is held. Never imagine numerous small colourful kites decorate the blue sky above Sanur beach as the festival shows off various forms and colours of giant kites of 10-meter width. It is really about the competition of Balinese's creativity.

    bali10k

    August, 2013

    The month of August in Bali witnesses the great commemoration of the anniversary of Bali Province that takes place on August. The running competition takes participation of elite athletes from international, national, public and students. As part of sport tourism, this event is expected to draw a big number of tourists to highlight this event on their holiday agenda.

    sanurfest

    September 26th - 30th, 2013

    Amongst the foreign arrivals, Europe particularly, Sanur suits their best taste. The green view of villages in Sanur area which is well sustained inspires the organization of Sanur Village Festival that brings along a series of cultural events, music shows and culinary festival, also dance performances and water sports activities. Besides, through this event, the villagers around Sanur can merge with international community.

    kutakarnival2008

    October, 2013

    The carnival that takes place in the most famous tourist spot in Bali, Kuta beach, is usually held towards end of the year, like in October or September. It is a complete annual occasion consisting of beach sports, art and cultural, food festival, and painting exhibition centered at bursting Kuta.

    nusaduafiesta

    November, 2013

    Taking place in the best tourist spots, Nusa Dua and Peninsula Island, an annual festivity of Nusa Dua Fiesta is scheduled in October. The special 4-day occasion combines art and cultural activity, sport, music and exhibition also.

  • Partner

    Bali Post
    BaliBlogger
  • SAMSUNG Galaxy S4 [i9500] - White
    APPLE iPhone 5 16GB by Telkomsel - Black
  • %d bloggers like this: