Kevina Bali

all about balinesse life

Tari Sanghyang Dedari di Desa Bona

bali_sanghyang

Tari Sanghyang merupakan tarian yang sakral yang tidak untuk dipertontonkan sebagai fungsi pertunjukan, tetapi hanya diselenggarakan dalam rangkaian upacara suci, berunsurkan kerawuhan. Tari Sanghyang Dedari adalah tarian yang dibawakan oleh satu atau dua orang gadis kecil. Asal mula adanya Tari Sanghyang di Bali tidak di ketahui secara pasti, namun para ahli memberikan dugaan-dugaan tentang asal mula tarian Sanghyang ini. Mengenai asal mula tarian Sanghyang Dedari di Desa Bona, dapat dijelaskan sebagai berikut:

Kira-kira pada tahun 1907 di Desa Bona terjadi wabah cacar yang sangat hebat, wabah ini menular dengan cepatnya, sehingga banyak anggota masyarakat yang terserang wabah cacar. Hal ini menimbulkan keresahan dandan kekhawatiran masyarakat Desa Bona, konon ada beberapa anak gadis yang sedang bermain- main dipura puseh mereka membersihkan dan membakar bekas banten-banten yang sudah kering sesudah upacara “odalan”. Sambil menyanyikan lagu-lagu Sanghyang yang pernah didengarnya dari penyanyi- penyanyi Sanghyang. Dengan tidak diduga-duga salah seorang dari anak gadis tersebut kerawuhan, kemudian menari- nari mengikuti irama lagu tadi. Mengetahui hal ini masyarakat setempat memutuskan untuk nangiang Sanghyang Dedari, dengan harapan agar dapat menanggulangi wabah yang sedang berjangkit. Sejak saat itulah  adanya Sanghyang Dedari di Desa Bona.

Kerawuhan merupakan masuknya roh suci kedalam badan manusia tatkala manusia kehilangan kesadarannya. Hilangnya kesadaran ini dapat dicapai dengan teknik-teknik intenxikasi yaitu perbuatan- perbuatan untuk memabukkan diri antara lain dengan cara duduk ditengah-tengah asap seperti yang dilakukan pada Sanghyang Dedari.
Sebelum mencapai kerawuhan mula- mula mereka menenangkan pikiran dengan memejamkan mata, lama- kelamaan mereka melihat sinar gelap semakin lama semakin gelap, akhirnya mereka tidak sadarkan diri. Pada saat sadar kembali mereka merasa seolah- olah baru bangun dari tidur saja. Proses kerawuhan terjadi, karena adanya kontak antara manusia dengan roh- roh leluhur. Ada dua kemungkinan didalam mengadakan kontak tersebut yaitu:

– Roh leluhur datang memasuki badan manusia.
– Roh manusia meninggalkan badannya untuk mengadakan pendekatan dengan roh- roh leluhur.
Setelah si penari kerawuhan, barulah dipasang gelungannya dan diberikan “kepet”atau kipas untuk menari. Sanghyang Dedari ini kemudian diusung oleh juru pundut ketempat pertunjukan, dipayungi dengan tedung, diiringi oleh juru gending dan juru cak, yang masing- masing duduk berjejer disebelah kanan dan kirinya.Iringan yang berupa vokal dinyanyikan silih berganti oleh masing- masing penyanyi sampai berakhirnya pertunjukan ini.
Ditempat ini pula para penari diperciki tirta (air suci) oleh pemangku, agar si penari tadi sadar dari kerawuhannya. Dengan demikian berakhirlah pertunjukan tari Sanghyang Dedari ini.
Sanghyang Dedari di Bona termasuk tarian primitif yang didalamnya mengandung unsur- unsur improvisasi yaitu gerakan- gerakan yang keluar dengan sendirinya. Struktur tarian Sanghyang Dedari ini sesuai dengan gending- gending yang dipakai, bahkan ada beberapa gerakannya disesuaikan dengan teks atau kata- kata didalam gendingnya. Hal ini disebut dengan istilah “ngigelin gending”.

Pada mulanya Sanghyang Dedari di Bona menggunakan kostum yang khas dan dapat dibedakan menjadi tiga bagian:
Hiasan kepala :
Gelungan pepudakan lengkap dengan bancangan dan bunganya.
Hiasan badan :
Kain putih,baju putih, sabuk putih, lamak, simping, oncer, ampok- ampok, gelang kaki, dan gelang tangan dari perak dan tembaga.
Perlengkapan yang dibawa berupa kipas.
Didalam kostum ini warna putih memegang peranan penting sebagai lambang kesucian, karena tarian ini merupakan tarian kedewi- dewian. Penggunaan gelang kaki dapat menimbulkan suara yang gemercik bila bersentuhan satu sama lainnya, tatkala Sanghyang Dedari ini menari.

Iringan memegang peranan yang sangat penting didalam suatu pertunjukan, karena iringan dapat memperindah pertunjukan.
Berdasarkan sumbernya iringan dapat berupa : instumen dan vokal
Sejak berdirinya sampai saat ini, Sanghyang Dedari di Bona menggunakan iringan vokal yang berlaraska Slendro dan Pelog. Laras Slendro merupakan urutan nada- nada yang didalam satu “Gembyongan”(oktaf) terdiri dari lima buah nada pokok dengan sruti (interval) yang sama.
Laras pelog merupakan urutan nada- nada yang didalam satu oktafnya terdiri dari lima buah nada pokok dan mempunyai dua buah macam “ Sruti “ yaitu sruti panjang dan sruti pendek.

August 5, 2009 - Posted by | Art & Culture |

9 Comments »

  1. makasi, ini bisa bantu jd referensi tugas,,

    Comment by rahayu | December 7, 2009 | Reply

    • makasi kembali, sering sering mampir kesini ya…

      Comment by kevinabali | January 29, 2010 | Reply

  2. bolehkah sy minta gending-gending sanghyang untuk kami krmbangkam di pulau lombok atau srtidaknya sy minta info di mana bisa sy dptkn gending-gending sanghyang tsbt.suksme

    Comment by wayan sumarta | May 15, 2010 | Reply

    • Gending Sanghyang dinyanyikan untuk menurunkan (nedunang) Sanghyang-Sanghyang, yang meliputi tarian Sanghyang Dedari, Sanghyang Deling, Sanghyang Jaran, Sanghyang Bojog, Sanghyang Celeng, Sanghyang Sampat dan sebagainya. Sistem atau ortenan tembang-tembang ini sama dengan gending-gending rare lainnya, pengertian yang dihasilkan dari isi gending ini sering abstrak, dan tidak menentu karena sulit dicerna. Ini sesuai dengan kaidah gegendingan yang tidak menuntut pengertian yang utuh dan runtut seperti halnya Tembang Macapat.
      Contoh dari gending- gending Sanghyang adalah:
      Judul
      1 Puspa Panganjali
      2 Kukus Arum
      3 Suaran Kumbang
      Semoga niki bisa membantu. suksma sudah berkunjung ke blog ini, tapi maaf sebelumnya karena tiang juga kurang tahu gending sanghyang nika.
      OSSSO

      Comment by kevinabali | May 26, 2010 | Reply

  3. sy anggota organisasi pemuda hindu bhakti dharma yukti ingin mengembangkan sanghyang kembali tp kami kehilangan gending”sanghyan.adakah yg bisa bantu kami

    Comment by wayan sumarta | May 15, 2010 | Reply

  4. Hi

    salam kenal,saya dari bona..kalau boleh tau dimana anda dapat info tentang artikel anda yg diatas

    Terima kasih
    Ngurah

    Comment by Ngurah Bona | March 10, 2011 | Reply

    • salam kenal jg. artikel yg mana ngih, tentang apa?

      Comment by kevinabali | July 22, 2011 | Reply

  5. Boleh tau ga jadwal sang hyang jaran dan dedari di Bona pada tahun 2012

    Comment by I Nyoman Kusala | March 22, 2012 | Reply

    • maaf sekali tiang ga tahu nika jadwalnya saat ini.
      suksma sudah berkunjung ke blog tiang.

      Comment by kevinabali | April 3, 2012 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Archives

  • Blog Stats

    • 127,997 hits
  • Recent Posts

  • ardha candra arsitektur art center artshop asta bhumi asta kosala kosali bajra sandhi bali bali kite festival barong bbm breakfast buleleng cara celuk chevrolet culture dahsyat emas galungan gambelan gamelan gedung gong kebyar healthy hemat heritage ideal janger jegog jembrana joged kadar kerajinan kesehatan kite layang-layang melasti merawat mobil monumen museum museum bali ngaben nyepi obat obyek wisata ogoh-ogoh pande pariwisata pelabuhan pelebon perak perhiasan perpustakaan pesta kesenian bali pete pitra yadnya PKB sarapan sejarah Seks seksual seni situs sudamala sunset tahun baru saka tamblingan tari tari baris tari pendet tema tips tradisional
  • Event

    June 15 - July 13, 2013

    Bali Art Festival XXXV 2013
    “Taksu : Membangkitkan Daya Kreatif dan Jati Diri”
    Please visit http://www.baliculturegov.com or contact: 0361. 243 621 for detail information & schedule

    kitefest2009

    July, 2013

    The annual event takes place around July or August as the strong wind heads for Padanggalak, Sanur, where the festival is held. Never imagine numerous small colourful kites decorate the blue sky above Sanur beach as the festival shows off various forms and colours of giant kites of 10-meter width. It is really about the competition of Balinese's creativity.

    bali10k

    August, 2013

    The month of August in Bali witnesses the great commemoration of the anniversary of Bali Province that takes place on August. The running competition takes participation of elite athletes from international, national, public and students. As part of sport tourism, this event is expected to draw a big number of tourists to highlight this event on their holiday agenda.

    sanurfest

    September 26th - 30th, 2013

    Amongst the foreign arrivals, Europe particularly, Sanur suits their best taste. The green view of villages in Sanur area which is well sustained inspires the organization of Sanur Village Festival that brings along a series of cultural events, music shows and culinary festival, also dance performances and water sports activities. Besides, through this event, the villagers around Sanur can merge with international community.

    kutakarnival2008

    October, 2013

    The carnival that takes place in the most famous tourist spot in Bali, Kuta beach, is usually held towards end of the year, like in October or September. It is a complete annual occasion consisting of beach sports, art and cultural, food festival, and painting exhibition centered at bursting Kuta.

    nusaduafiesta

    November, 2013

    Taking place in the best tourist spots, Nusa Dua and Peninsula Island, an annual festivity of Nusa Dua Fiesta is scheduled in October. The special 4-day occasion combines art and cultural activity, sport, music and exhibition also.

  • Partner

    Bali Post
    BaliBlogger
  • SAMSUNG Galaxy S4 [i9500] - White
    APPLE iPhone 5 16GB by Telkomsel - Black
  • %d bloggers like this: