Kevina Bali

all about balinesse life

Perkembangan Kerajinan Perak dan Emas di Desa Celuk

Seni kerajinan emas dan perak di Desa Celuk sudah ada sejak lama sekitar tahun 1930-an yang dipelopori oleh keluarga Nang Gati (klan Pande), untuk kebutuhan konsumen dan keperluan keagamaan. Pekerjaan kepandean dulu sifatnya sama yaitu untuk agama dan puri, baik di Kamasan Klungkung, di Beratan Buleleng, maupun di Celuk. Barang-barang yang dihasilkan pun hampir sama berupa bokoran, sangku, caratan/penastan, maupun danganan keris, pakaian raja dan lain-lain. Karena pada waktu itu berkembang model yang mendukung untuk kerajaan dan bukan merupakan kebutuhan masyarakat. Barang kerajinan perak lebih menonjol daripada barang emas karena bahan emas pada waktu itu sangat sulit diperoleh. Barang–barang yang dihasilkan lebih banyak untuk keluarga kerajaan.

Sebagai wadah terhadap seniman dan pengerajin supaya lebih berkembang maka sekitar tahun 1935 berdirilah perkumpulan kesenian yang diberi nama “PITAMAHA”. Anggotanya terdiri atas para seniman dan pengerajin di seluruh Kabupaten Gianyar antara lain dari Desa Celuk, Desa Batuan, Desa Mas, Desa Peliatan, Desa Ubud bahkan ada pula dari Desa Sibang (Badung) dan dari Klungkung. Di Desa Celuk dibentuk cabang Pitamaha yang dipimpin oleh I Ketut Riok, anggotanya berjumlah 20 orang dan tujuan utama dari Pitamaha adalah untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya dengan jalan memasarkan barang-barang kerajinan emas dan perak dengan harga setinggi-tingginya, disamping itu bertujuan pula mendirikan sebuah Museum Seni di Desa Mas. Namun tujuan ini akhirnya tidak mencapai sasarannya.

Setelah adanya Pitamaha, di Desa Celuk muncul suatu ciri jejawanan dan bun sehingga menjadi style khas Celuk. Style barang yang berkembang tahun 1940-an berupa tatahan yang dipadukan dengan jejawanan dan bun dengan motif naga seperti caratan/cecepan Perkembangan kerajinan perak di Celuk dari tahun 1930-an sampai 1960-an tidak begitu pesat, terutama barang untuk kebutuhan konsumen sangat sedikit dan terbatas untuk orang yang punya saja.

Pada tahun 1950-an disamping untuk keperluan keagamaan, mulai berkembang sedikit perhiasan/aksesoris dengan style-nya yang khas jejawanan dan bun serta tatahan, karena orang sudah banyak bisa mengukir. Pada waktu itu orang-orang di luar Pande sudah mulai mengerjakan barang emas dan perak. Motif yang berkembang pada waktu itu juga tidak banyak mengalami perubahan dari era 1940-an. Barang yang dibuat ukurannya lebih kecil dan ornamennya semakin banyak seperti batil yang dibuat lebih kecil dari sangku.

Pada tahun 1960-an kerajinan perak dan emas di Celuk kurang/tidak berkembang dan hanya untuk keperluan lokal. Hal ini karena di Indonesia terjadi berbagai pergolakan seperti gerakan G-30S PKI dan ditutupnya Indonesia untuk luar. Pada waktu itu barang perak dan emas Celuk lebih banyak dibeli orang lokal.

Kerajinan perak dan emas di Desa Celuk mengalami perkembangan yang sangat pesat setelah dibukanya kembali negara Republik Indonesia dengan dunia luar tahun 1970-an terutama dalam sektor pariwisata. Karena perkembangan pariwisata yang terus meningkat, maka barang-barang kerajinan perak dan emas ini lebih banyak untuk konsumen dan bisnis (perhiasan) yang dipasarkan oleh toko-toko kesenian (art shop) yang ada di Desa Celuk sendiri. Hasilnya sangat menguntungkan sekali dan taraf kehidupan masyarakat semakin meningkat, sehingga hampir seluruh masyarakat Celuk menekuni kerajinan perak dan emas ini sebagai mata pencaharian. Style yang berkembang pada tahun 1970-an adalah lebih banyak pada jawan kecil dan bun dengan motif boma, naga serta motif-motif lainnya. Barang aksesoris/perhiasan merupakan barang-barang yang lumbrah atau tergantung daya konsumen, sehingga style-nya berulang-ulang namun dengan motif yang agak berbeda terutama dari segi ornamen yang lebih banyak menggunakan jawan dan bun. Sedangkan barang-barang untuk keperluan keagamaan semakin berkurang pembuatannya bahkan hilang.

Namun pada tahun 1980-an barang kerajinan perak mulai dicampurkan dengan emas, bentuk jawan divariasikan dengan yang lebih besar dan beberapa model mulai lebih sedikit menggunakan bun-bunan. Motif yang berkembang pada periode ini adalah perhiasan motif kelopok/ box seperti cincin kelopok, dan juga berkembang motif yang lebih sederhana. Pada era-era ini banyak menyerap tenaga kerja dari luar daerah sebagai pengerajin.

Pada tahun 1990-an sampai tahun 2000, style Celuk sudah mulai dipengaruhi oleh style luar (modern) sehingga motif barang yang berkembang lebih banyak motif plin, bentuknya polos sedikit jawan bahkan tidak ada. Pada tahun ini lebih pada tuntutan konsumen yang lebih banyak wisatawan mancanegara yang lebih senang dengan style modern. Bahkan sekarang ini sudah digunakan mesin untuk membuat barang perak maupun emas.


July 26, 2009 - Posted by | History, Silver Jewelry | , , ,

6 Comments »

  1. PROPOSAL
    I. Thema :
    Peningkatan Penjualan Hasil Produksi UKM Dengan Menggunakan Fasilitas INTERNET MARKETING
    II. Judul :
    Pemasaran Dengan Internet Untuk Branding serta Segmented Produk UKM
    III. Latar Belakang :
    1. Adanya kendala biaya pemasaran yang tinggi tidak sebanding dengan keuntungan produksi.
    2. Belum tahunya manfaat internet yang memang benar benar bisa menembus dunia maya sampai tak terhingga.
    3. Tidak seimbangnya laju teknologi dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki.
    4. Tidak adanya wadah untuk melakukan strategi pemasaran yang jitu dan bisa reduce cost.
    5. Mulai bertumbuhnya hotspot area, warnet dan tingkat penjualan komputer dan laptop di Indoensia yang sudah tembus 50.000.000 buah.
    6. Kecenderungan pasar yang menginginkan semuanya serba cepat.
    IV. Tujuan :
    1. Memasarkan produk UKM untuk diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia
    2. Melakukan strategi branding produk dengan metode display, brosur dan iklan, yang nantinya penggunaan biaya sangat kecil (Reduce Cost). Karena pengeluarannya hanya biaya internet saja, yang lainnya gratis.
    3. Melakukan strategi segmented dan targeted sehingga penjualan produk sesuai dengan pasar yang diinginkan, hanya dengan fasilitas internet saja.
    4. Memperkenalkan produk UKM ke luar negeri dengan teknik yang sederhana namun bisa diketahui oleh seluruh negara luar.
    5. Mengajari bertransaksi di internet untuk bisa closing.
    6. Peningkatan jumlah produksi dari hasil penjualan di internet.
    7. Gairah perekonomian UKM bisa berjalan.
    V. Strategi :
    1. Penjelasan dasar tentang manfaat internet yang begitu dahsyatnya.
    2. Cara penggunaan internet yang baik dan benar serta bijak sehingga bisa fokus pada penjualan.
    3. Pelaksanaan dibagi dalam tingkat beginner, intermediate dan expert, sehingga bisa menyesuaikan kemampuan masing masing UKM didalam memasarkan produknya.
    4. Secara berkala memberikan konsultasi terhadap permasalahan dari pemasaran via internet via online.
    VI. Contoh Solusi :
    1. Kawasan Industri Tas Gadukan – Surabaya
    a. Pertama adalah memperkenalkan didunia maya jika selain Tanggulangin ada Gadukan yang juga penghasil tas.
    b. Menjelaskan item produk serta kelebihan produk dibandingkan dengan hasil produksi daerah lain.
    c. Melakukan dan mempersiapkan brosur dengan teknis yang sederhana baik dalam bentuk foto atau video, namun bisa disajikan di internet sehingga calon pembeli bisa secepatnya mengetahui produk yang ada.
    d. Mempelajari cara termurah didalam pengiriman namun tetap aman dan cepat.
    2. Kawasan Industri Kripik Kedelai – Sidoarjo
    a. Pembuatan contoh atau sample rasa yang bisa dikirimkan ke seluruh peminat di internet dengan teknik promo yang murah meriah.
    b. Mempersiapkan kemasan dan cara pengiriman yang aman, sehingga kwalitas masi tetap terjamin.
    c. Memperkenalkan ke semua penjual seantero Nusantara dengan menggunakan teknologi internet.
    VII. Target :
    1. Para UKM melek akan dunia internet dan manfaat yang begitu dahsyatnya.
    2. Memperkenalkan produk ke luar daerah tanpa harus keluar daerah.
    3. Peningkatan produksi UKM sehingga bisa memutar perekonomian.
    VIII. Kesimpulan :
    1. Perlu adanya edukasi dalam 3 tahap untuk tepat sasaran.
    2. Perlunya suatu wadah konsultasi jika terjadi permasalahan.
    Demikian proposal ini kami sampaikan, semoga antara keinginan, tujuan dan kemauan untuk membangun bisa diberikan jalan bagi kelancaran didalam mencapai target.
    Hormat kami,

    Agus Setiyawan (PEMBICARA Internet Marketer Income JUTAAN Modal GRATISAN)
    http://piranhamas.wordpress.com, piranhamasgroup@gmail.com

    Comment by Agus Setiyawan | August 20, 2009 | Reply

  2. saya suka barang kerajinan

    Comment by norfug | August 22, 2009 | Reply

  3. :;smile;; nice,nice,,

    Comment by vip | March 8, 2010 | Reply

    • thanks, sering sering mampir kesini ya.

      Comment by kevinabali | March 10, 2010 | Reply

  4. apapun yang dari Bali, perak, kayu, sea shell, batu dll memang bagus2…

    Comment by perak jogja einoa | October 17, 2011 | Reply

    • Terima kasih sudah mengunjungi blog saya, pasti sudah sering ke Bali ya mas. Kapan2 mampir ke desa Celuk yg merupakan centra kerajinan perak di Bali. kebetulan saya jg dari celuk.
      Jogja juga bagus2 terutama batiknya saya suka, cintailah produk dalam negeri… Kota gede jg terkenal dgn kerajinan peraknya kan mas?!

      salam

      Comment by kevinabali | October 18, 2011 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Archives

  • Blog Stats

    • 127,997 hits
  • Recent Posts

  • ardha candra arsitektur art center artshop asta bhumi asta kosala kosali bajra sandhi bali bali kite festival barong bbm breakfast buleleng cara celuk chevrolet culture dahsyat emas galungan gambelan gamelan gedung gong kebyar healthy hemat heritage ideal janger jegog jembrana joged kadar kerajinan kesehatan kite layang-layang melasti merawat mobil monumen museum museum bali ngaben nyepi obat obyek wisata ogoh-ogoh pande pariwisata pelabuhan pelebon perak perhiasan perpustakaan pesta kesenian bali pete pitra yadnya PKB sarapan sejarah Seks seksual seni situs sudamala sunset tahun baru saka tamblingan tari tari baris tari pendet tema tips tradisional
  • Event

    June 15 - July 13, 2013

    Bali Art Festival XXXV 2013
    “Taksu : Membangkitkan Daya Kreatif dan Jati Diri”
    Please visit http://www.baliculturegov.com or contact: 0361. 243 621 for detail information & schedule

    kitefest2009

    July, 2013

    The annual event takes place around July or August as the strong wind heads for Padanggalak, Sanur, where the festival is held. Never imagine numerous small colourful kites decorate the blue sky above Sanur beach as the festival shows off various forms and colours of giant kites of 10-meter width. It is really about the competition of Balinese's creativity.

    bali10k

    August, 2013

    The month of August in Bali witnesses the great commemoration of the anniversary of Bali Province that takes place on August. The running competition takes participation of elite athletes from international, national, public and students. As part of sport tourism, this event is expected to draw a big number of tourists to highlight this event on their holiday agenda.

    sanurfest

    September 26th - 30th, 2013

    Amongst the foreign arrivals, Europe particularly, Sanur suits their best taste. The green view of villages in Sanur area which is well sustained inspires the organization of Sanur Village Festival that brings along a series of cultural events, music shows and culinary festival, also dance performances and water sports activities. Besides, through this event, the villagers around Sanur can merge with international community.

    kutakarnival2008

    October, 2013

    The carnival that takes place in the most famous tourist spot in Bali, Kuta beach, is usually held towards end of the year, like in October or September. It is a complete annual occasion consisting of beach sports, art and cultural, food festival, and painting exhibition centered at bursting Kuta.

    nusaduafiesta

    November, 2013

    Taking place in the best tourist spots, Nusa Dua and Peninsula Island, an annual festivity of Nusa Dua Fiesta is scheduled in October. The special 4-day occasion combines art and cultural activity, sport, music and exhibition also.

  • Partner

    Bali Post
    BaliBlogger
  • SAMSUNG Galaxy S4 [i9500] - White
    APPLE iPhone 5 16GB by Telkomsel - Black
  • %d bloggers like this: