<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kevina Bali</title>
	<atom:link href="http://kevinabali.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kevinabali.wordpress.com</link>
	<description>all about balinesse life</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Oct 2011 13:58:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kevinabali.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kevina Bali</title>
		<link>http://kevinabali.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kevinabali.wordpress.com/osd.xml" title="Kevina Bali" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kevinabali.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Barong Landung dan Asal Mula-nya</title>
		<link>http://kevinabali.wordpress.com/2011/09/27/barong-landung/</link>
		<comments>http://kevinabali.wordpress.com/2011/09/27/barong-landung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 04:09:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kevinabali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Art & Culture]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[barong]]></category>
		<category><![CDATA[barong landung]]></category>
		<category><![CDATA[Kang Cing Wei]]></category>
		<category><![CDATA[Landung]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Jaya Pangus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kevinabali.wordpress.com/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah dari Barong Landung merupakan perwujudan dari raja Bali yaitu Raja Jaya Pangus yang memperistrikan seorang Putri Cina bernama Kang Cing Wei. Raja Jaya Pangus diwujudkan dalam Barong Landung ditokohkan dengan boneka besar hitam dan giginya ronggoh, sedangkan putri Kang Cing Wei ditokohkan dengan boneka cantik tinggi langsing bermata sipit dan selalu tersenyum mirip dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=423&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kevinabali.files.wordpress.com/2011/09/work-3711219-2-flat550x550075f-barong-landung-bedulu-bali.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-424" title="barong-landung-bali" src="http://kevinabali.files.wordpress.com/2011/09/work-3711219-2-flat550x550075f-barong-landung-bedulu-bali.jpg" alt="" width="550" height="351" /></a></p>
<p>Sejarah dari Barong Landung merupakan perwujudan dari raja Bali yaitu Raja Jaya Pangus yang memperistrikan seorang Putri Cina bernama Kang Cing Wei. Raja Jaya Pangus diwujudkan dalam Barong Landung ditokohkan dengan boneka besar hitam dan giginya ronggoh, sedangkan putri Kang Cing Wei ditokohkan dengan boneka cantik tinggi langsing bermata sipit dan selalu tersenyum mirip dengan roman muka seorang Cina. Raja Jaya Pangus yang bertahta di Pejeng yang tidak diketahui di Bali pada jaman paparaton dari dinasti Warmadewa, didampingi oleh seorang Bhagawan yang sakti dan bijaksana bernama Empu Siwagana. Perkawinan Raja Jaya Pangus dengan Putri Cina sudah terjadi tetapi Sang Hyang Bhagawanta tidak merestui perkawinan itu. Sri Jaya Pangus dituduh telah melanggar adat yang sangat ditabukan saat itu, yakni telah dengan berani mengawini putri Cina yang elok bernama Kang Cing Wei itu. Empu Siwagana lalu menghukum Raja Jaya Pangus dengan membuat hujan lebat dan membuat kerajaan menjadi banjir dan tenggelam. Walaupun perkawinanya tidak direstui oleh Dewa, ia tetap mencintai istrinya seorang Cina itu. Raja Jaya Pangus akhirnya pergi dan membuat kerajaan baru yang diberi nama kerajaan Balingkang. Nama ini merupakan perpaduan dari kata Bali = bali, dan Kang = Cina. Raja kemudian dijuluki oleh rakyatnya sebagai Dalem Balingkang. Sayang, karena lama mereka tidak mempunyai keturunan, raja pun pergi ke Gunung Batur, memohon kepada dewa di sana agar dianugerahi anak. Namun celakanya, dalam perjalanannya ia bertemu dengan Dewi Danu yang jelita. Ia pun terpikat, kawin, dan melahirkan seorang anak lelaki yang sangat kesohor hingga kini yaitu Maya Danawa.</p>
<p><span id="more-423"></span>Sementara itu, Kang Cing Wei yang lama menunggu suaminya pulang, mulai gelisah, Ia bertekad menyusul ke Gunung Batur. Namun di sana, di tengah hutan belantara yang menawan, iapun terkejut manakala menemukan suaminya telah menjadi milik Dewi Danu. Ketiganya lalu terlibat pertengkaran sengit.</p>
<p>Dewi Danu dengan marah berapi-api menuduh sang raja telah membohongi dirinya dengan mengaku sebelumnya sebagai perjaka. Dengan kekuatan gaibnya, Dalem Balingkang dan Kang Cing Wei dilenyapkan dari muka bumi ini. Oleh rakyat yang mencintainya, kedua suami istri  &#8220;Dalem Balingkang dan Kang Cing Wei&#8221;  itu lalu dibuatkan patung yang dikenal dengan nama Stasura dan Bhati Mandul. Patung inilah kemudian berkembang menjadi Barong Landung.</p>
<p>Mengenai sejarah tari Barong Landung versi lainnya, pada jaman dahulu di suatu desa terjadi musibah, penduduk banyak yang jatuh sakit. Sebagai kepercayaan turun temurun bahwa yang menyebabkan banyak jatuh sakit adalah “leak” pengikut dari ratu jahat berbentuk raksasa besar dari Nusa Penida bernama Ratu Gde Mecaling. Untuk menanggulangi wabah tersebut timbul akal dari seorang pendeta untuk membuat boneka yang menyerupai Ratu Gde Mecaling sebagai pengusir leak tersebut. Apabila Barong Landung ini pergi ngelawang khususnya pada saat ada wabah penyakit atau ada orang berkaul karena telah sembuh dari penyakitnya, karena gangguan Ratu Gde Mecaling dari Nusa Penida dapat diusir. Melihat tari Barong Landung sebagai tarian boneka raksasa yang besar, diberi nama Djero Gde dan Djero Luh. Djero Gde digambarkan sebagai manusia raksasa yang sangat seram dan tertawa terbahak-bahak sedangkan Djero Luh adalah sesosok wanita yang besar bermata sipit tetapi sering lucu. Berdasarkan kepercayaan pada sejarah tersebut, keberadaan Barong Landung tetap hidup dan dipentaskan sampai saat ini. Barong Landung juga dikeramatkan di beberapa pura di Bali salah satunya di Desa Blahbatuh Gianyar karena diyakini mempunyai kemampuan gaib untuk mengusir malapetaka dari segala musibah penyakit.</p>
<p>Di beberapa tempat di Bali ada juga Barong Landung yang lebih lengkap dari pada yang hanya sepasang saja, tetapi ada yang diberi peran seperti <em>Mantri, Galuh, Limbur</em> dan sebagainya. Mereka dipakai sebagai anggota dalam pementasan yang membawakan lakon Arja (terutama didaerah Badung dan Denpasar) dan diiringi dengan gamelan Batel.</p>
<p><em>*Dari berbagai sumber</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kevinabali.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kevinabali.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kevinabali.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kevinabali.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kevinabali.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kevinabali.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kevinabali.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kevinabali.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kevinabali.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kevinabali.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kevinabali.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kevinabali.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kevinabali.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kevinabali.wordpress.com/423/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=423&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kevinabali.wordpress.com/2011/09/27/barong-landung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccf1181f24f38cbd490bda9b56951fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kevinabali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kevinabali.files.wordpress.com/2011/09/work-3711219-2-flat550x550075f-barong-landung-bedulu-bali.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">barong-landung-bali</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bali dan Pariwisata</title>
		<link>http://kevinabali.wordpress.com/2011/08/23/bali-dan-pariwisata/</link>
		<comments>http://kevinabali.wordpress.com/2011/08/23/bali-dan-pariwisata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 09:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kevinabali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kevinabali.wordpress.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Mengakhiri jaman prasejarah, Bali sudah dituju untuk melakukan pencarian dan perjalanan oleh para penekun spiritual. Rsi Markandeya tercatat sebagai tokoh spiritual dari Jawa yang pertama menjejakkan perjalanan di Bali. Perjalanan melakukan pencarian kesucian batin dan keseimbangan alam lalu menempatkan tonggak tatanan agama Hindu di lereng selatan Gunung Agung yang kini dikenal sebagai Pura Agung Besakih. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=414&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kevinabali.files.wordpress.com/2011/08/bali.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-416" title="bali" src="http://kevinabali.files.wordpress.com/2011/08/bali.jpg" alt="" width="560" height="387" /></a></p>
<p>Mengakhiri jaman prasejarah, Bali sudah dituju untuk melakukan pencarian dan perjalanan oleh para penekun spiritual. Rsi Markandeya tercatat sebagai tokoh spiritual dari Jawa yang pertama menjejakkan perjalanan di Bali. Perjalanan melakukan pencarian kesucian batin dan keseimbangan alam lalu menempatkan tonggak tatanan agama Hindu di lereng selatan Gunung Agung yang kini dikenal sebagai Pura Agung Besakih. Pura Basukian dipercaya sebagai tonggak pertama Rsi Markandeya bersama pengikutnya memastikan Bali sebagai tanah tujuan membangun nilai spiritual.</p>
<p>Bagai berkelanjutan, tatanan hidup spiritual secara simultan beriring dengan tata pemerintahan di Bali. Pemerintahan Dinasti Warmadewa disebutkan dalam berbagai naskah kuno amat mendukung kelangsungan hidup beragama dengan budaya dan adat setempat sehingga mengundang kedatangan tokoh-tokoh spiritual dan tanah Jawa. Kedatangan Empu Kuturan pada sektar abad 11 secara pasti mampu merekat tatanan hidup masyarakat lokal dengan tatanan Agama Hindu yang dibawa dari Jawa. Tatanan desa adat dengan konsep parhyangan sebagai personifikasi Tuhan dalam fungsi Tri Murti adalah upaya menampung penyatuan konsep lokal dengan konsep Hindu.</p>
<p>Perjalanan spiritual berlanjut dilakukan oleh tokoh Agama Hindu dari tanah Jawa. Penyatuan Nusantara oleh Majapahit adalah puncak dari perjalanan dan transformasi agama dan budaya lokal dengan budaya Hindu. Dalam perjalan waktu, Bali dan masyarakatnya kemudian menjalani keseharian mereka dengan tata kehidupan, agama, seni, dan budaya yang unik. Keunikan inilah kemudian, pada sekitar tahun 1579, menjadi perhatian seorang Belanda bernama Cornelis de Houtman yang melakukan perjalanan ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah. Tanah yang subur, kegiatan pertanian dan keunikan budaya penduduknya dalam menjalani keseharian sungguh menjadi perhatian besar bagi ekspedisi de Houtman.</p>
<p>Berbarengan dengan Indonesia yang dikenal sebagai penghasil rempah-rempah, Bali mulai dikenal dunia dari sisi budaya. Penguasaan Belanda terhadap Indonesia pun pada sekitar abad 17 dan 18 tidak banyak memberi pengaruh pada kehidupan agama dan budaya di Bali. Hindu di Bali pada masa-masa itu bahkan memasuki masa kejayaan ketika kerajaan di Bali berpusat di Gelgel dan kemudian dipindah ke Smarapura (Klungkung). Awal abad 20, barulah Bali dikuasai oleh Belanda ditandai dengan jatuhnya Kerajaan Klungkung lewat Perang Puputan Klungkung tahun 1908.<br />
Sarana Wisata</p>
<p>Sejak penguasaan oleh Belanda, Bali seolah dibuka lebar untuk kunjungan orang asing. Bali tidak saja kedatangan orang asing sebagai pelancong namun tak sedikit para pemerhati dan penekun budaya yang datang untuk mencatat keunikan seni budaya Bali. Dari para penekun budaya yang terdiri dari sastrawan, penulis, dan pelukis inilah keunikan Bali kian menyebar di dunia internasional. Penyampaian informasi melalui berbagai media oleh orang asing ternyata mampu menarik minat pelancong untuk mengunjungi Bali. Kekaguman akan tanah Bali lalu menggugah minat orang asing memberi gelar kepada Bali. The Island of Gods, The Island of Paradise, The Island of Thousand Temples, The Morning of the World, dan berbagai nama pujian lainnya.</p>
<p><span id="more-414"></span>Tahun 1930, di jantung kota Denpasar dibangun sebuah hotel untuk menampung kedatangan wisatawan ketika itu. Bali Hotel, sebuah bangunan bergaya arsitektur kolonial, menjadi tonggak sejarah kepariwisataan Bali yang hingga kini bangunan tersebut masih kokoh dalam langgam aslinya. Tidak hanya menerima kunjungan wisatawan, duta kesenian Bali dari Desa Peliatan melakukan kunjungan budaya ke beberapa negara di kawasan Eropa dan Amerika secara tidak langsung, kunjungan tersebut sekaligus memperkenalkan keberadaan Bali sebagai daerah tujuan wisata yang layak dikunjungi.</p>
<p>Kegiatan pariwisata, yang mulai mekar ketika itu, sempat terhenti akibat terjadinya Perang Dunia II antara tahun 1942-1945 yang kemudian disusul dengan perjuangan yang makin sengit merebut kemerdekaan Indonesia termasuk perjuangan yang terjadi di Bali hingga tahun 1949. Pertengahan dasawarsa 50-an pariwisata Bali mulai ditata kembali dan pada tahun 1963 dibangun Hotel Bali Beach (The Grand Bali Beach Hotel) di Pantai Sanur dengan bangunan berlantai sepuluh. Hotel ini adalah satu-satunya hunian wisata yang berbentuk bangunan tinggi sedangkan sarana hunian wisata (hotel, home stay, pension) yang berkembang kemudian hanyalah bangunan berlantai satu. Pada pertengahan dasa warsa 70-an pemerintah daerah Bali mengeluarkan Peraturan Daerah yang mengatur ketinggian bangunan maksimal 15 meter. Penetapan ini ditentukan dengan mempertimbangkan faktor budaya dan tata ruang tradisional Bali sehingga Bali tetap memiliki nilai-nilai budaya yang mampu menjadi tumupuan sektor pariwisata.</p>
<p>Secara pasti, sejak dioperasikannya Hotel Bali Beach pada November 1966, pembangunan sarana hunian wisata berkembang dengan pesat. Dari sisi kualitas, Sanur berkembang relatif lebih terencana karena berdampingan dengan Bali Beach Hotel sedangkan kawanan Pantai Kuta berkemabang secara alamiah bergerak dari model hunian setempat. Model homestay dan pension berkembang lebih dominan dibanding model standar hotel. Sama halnya dengan Kuta, kawasan Ubud di daerah Gianyar berkembang secara alamiah, tumbuh di rumah-rumah penduduk yang tetap bertahan dengan nuansa pedesaan.</p>
<p>Pembangunan sarana hunian wisata yang berkelas internasional akhirnya dimulai dengan pengembangan kawasan Nusa Dua menjadi resort wisata internasional. Dikelola oleh Bali Tourism Developmnet Corporation, suatu badan bentukan pemerintah, kawasan Nusa Dua dikembangkan memenuhi kebutuhan pariwisata bertaraf internasional. Beberapa operator hotel masuk kawasan Nusa Dua sebagai investor yang pada akhirnya kawsan ini mampu mendongkrak perkembangan pariwisata Bali.</p>
<p>Masa-masa berikutnya, sarana hunian wisata lalu tumbuh dengan sangat pesat di pusat hunian wisata terutama di daerah Badung, Denpasar, dan Gianyar. Kawasan Pantai Kuta, Jimbaran, dan Ungasan menjadi kawasan hunian wisata di Kabupaten Badung, Sanur, dan pusat kota untuk kawasan Denpasar. Ubud, Kedewatan, Payangan, dan Tegalalang menjadi pengembangan hunian wisata di daerah Gianyar.</p>
<p>Mengendalikan perkembangan yang amat pesat tersebut, Pemerintah Daerah Bali kemudian menetapkan 15 kawasan di Bali sebagai daerah hunian wisata berikut sarana penunjangnya seperti restoran dan pusat perbelanjaan. Hingga kini, Bali telah memilki lebih dari 35.000 kamar hotel terdiri dari klas Pondok Wisata, Melati, hingga Bintang 5. Sarana hotel-hotel tersebut tampil dalam berbagai variasi bentuk mulai dari model rumah, standar hotel, villa, bungalow, dan boutique hotel dengan variasi harga jual. Keberagaman ini memberi nilai lebih bagi Bali karena menawarkan banyak pilihan kepada para pelancong.</p>
<p>Sebagai akibat dari perkembangan kunjungan wisatawan, berbagai sarana penunjang seperti misalnya restoran, art shop, pasar seni, sarana hiburan, dan rekreasi tumbuh dengan pesat di pusat hunian wisata ataupun di kawasan obyek wisata. Para pelancong yang berkunjung ke Bali, akhirnya memiliki banyak pilihan dalam menikmati liburan mereka di Bali, akhirnya organisasi kepariwisataan seperti PHRI (IHRA), ASITA, dan lembaga kepariwisataan lain di Bali, yang secara profesional mengelola dan memberi layanan jasa pariwisata, seakan memberi jaminan untuk kenyamanan berwisata di Bali.</p>
<p><em>http://www.baliprov.go.id/index.php?page=69</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kevinabali.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kevinabali.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kevinabali.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kevinabali.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kevinabali.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kevinabali.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kevinabali.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kevinabali.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kevinabali.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kevinabali.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kevinabali.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kevinabali.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kevinabali.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kevinabali.wordpress.com/414/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=414&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kevinabali.wordpress.com/2011/08/23/bali-dan-pariwisata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccf1181f24f38cbd490bda9b56951fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kevinabali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kevinabali.files.wordpress.com/2011/08/bali.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bali</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tradisi Masyarakat Desa Trunyan</title>
		<link>http://kevinabali.wordpress.com/2011/02/22/tradisi-masyarakat-desa-trunyan/</link>
		<comments>http://kevinabali.wordpress.com/2011/02/22/tradisi-masyarakat-desa-trunyan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 04:57:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kevinabali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Art & Culture]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Aga]]></category>
		<category><![CDATA[desa trunyan]]></category>
		<category><![CDATA[kemenyan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kevinabali.wordpress.com/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[DESA Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, di sebelah timur Danau Batur, tampak mayat disemayamkan sanak saudara di bawah pohon kemenyan Trunyan. Keunikan itu hanya untuk mayat orang-orang tertentu saja. Trunyan adalah desa kuna yang dianggap sebagai desa Bali Aga (Bali asli). Trunyan memiliki banyak keunikan. Daya tariknya paling tinggi adalah keunikan memperlakukan jenasah warganya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=401&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://kevinabali.files.wordpress.com/2011/02/trunyan1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-403" title="trunyan1" src="http://kevinabali.files.wordpress.com/2011/02/trunyan1.jpg" alt="" width="600" height="310" /></a></strong></p>
<p><strong>DESA </strong>Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli,  Bali, di sebelah timur Danau Batur, tampak mayat disemayamkan sanak  saudara di bawah pohon kemenyan Trunyan. Keunikan itu hanya untuk mayat  orang-orang tertentu saja.</p>
<p>Trunyan adalah desa kuna yang dianggap  sebagai desa Bali Aga (Bali asli). Trunyan memiliki banyak keunikan.  Daya tariknya paling tinggi adalah keunikan memperlakukan jenasah  warganya. Trunyan memiliki tiga jenis kuburan yang menurut tradisi desa  Trunyan, ketiga jenis kuburan itu diklasifikasikan berdasarkan umur  orang yang meninggal, keutuhan jenasah dan cara penguburan.</p>
<p>Kuburan  utama, dianggap paling suci dan paling baik. Jenazah yang dikuburkan  pada kuburan suci ini hanyalah jenazah yang jasadnya utuh, tidak cacat,  dan jenasah yang proses meninggalnya dianggap wajar (bukan bunuh diri  atau kecelakaan).</p>
<p>Kuburan yang kedua disebut kuburan muda yang  khusus diperuntukkan bagi bayi dan orang dewasa yang belum menikah.  Namun tetap dengan syarat jenasah tersebut harus utuh dan tidak cacat.</p>
<p>Kuburan  yang ketiga disebut Sentra Bantas. Kuburan ini khusus untuk jenasah  yang cacat dan yang meninggal karena salah pati maupun ulah pati  (meninggal secara tidak wajar misalnya kecelakaan, bunuh diri).</p>
<p>Dari  ketiga jenis kuburan tersebut yang paling unik dan menarik adalah  kuburan utama atau kuburan suci (Setra Wayah). Kuburan ini berlokasi  sekitar 400 meter di bagian utara desa dengan dibatasi oleh tonjolan  kaki tebing bukit. Untuk membawa jenasah ke kuburan harus menggunakan  sampan kecil khusus jenasah yang disebut Pedau. Meski disebut dikubur,  namun cara penguburannya unik, yaitu dikenal dengan istilah mepasah.</p>
<p>Jenasah  yang telah diupacarai menurut tradisi setempat diletakkan begitu saja  di atas lubang sedalam 20cm. Sebagian badannya dari bagian dada ke atas,  dibiarkan terbuka, tidak terkubur tanah. Jenasah tersebut hanya  dibatasi dengan ancak saji yang terbuat dari sejenis bambu membentuk  semacam kerucut, digunakan untuk memagari jenasah. Di Setra Wayah ini  terdapat 7 liang lahat terbagi menjadi 2 kelompok. Dua liang untuk  penghulu desa yang jenasahnya tanpa cacat terletak di bagian hulu dan  masih ada 5 liang berjejer setelah kedua liang tadi yaitu untuk  masyarakat biasa.</p>
<p><span id="more-401"></span></p>
<p>Jika semua liang sudah penuh dan ada lagi  jenasah baru yang akan dikubur, jenasah yang lama dinaikkan dari lubang  dan jenasah barulah yang menempati lubang tersebut. Jenasah lama,  ditaruh begitu saja di pinggir lubang. Jadi jangan kaget jika di setra  wayah berserakan tengorak-tengkorak manusia yang tidak boleh ditanam  maupun dibuang.</p>
<p><a href="http://kevinabali.files.wordpress.com/2011/02/kuburan_ala_trunyan1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-412" title="kuburan_ala_trunyan" src="http://kevinabali.files.wordpress.com/2011/02/kuburan_ala_trunyan1.jpg" alt="" width="576" height="384" /></a></p>
<p>Meski tidak dilakukan dengan upacara Ngaben,  upacara kematian tradisi desa Trunyan pada prinsipnya sama saja dengan  makna dan tujuan upacara kematian yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali  lainnya. Upacara dilangsungkan untuk membayar utang jasa anak terhadap  orang tuanya. Utang itu dibayarkan melalui dua tahap, tahap pertama  dibayarkan dengan perilaku yang baik ketika orang tua masih hidup dan  tahap kedua pada waktu orang tua meninggal serangkaian dengan prilaku  ritual dalam bentuk upacara kematian.</p>
<p>Keunikan Trunyan yang lain  adalah peninggalan purbakala. Prasasti Trunyan tahun saka 813 (891  masehi) menyebutkan keberadaan sebuah pura yang bernama Pura Turun  Hyang. Di pura tersebut terdapat bangunan suci meru yang bertumpang  tujuh. Di dalam meru tersebut tersimpan sebuah arca Batu Megalitik  setinggi kurang lebih 4 meter yang oleh masyarakat Trunyan sangat  disakralkan. Arca tersebut juga dikenal dengan sebutan Arca Da Tonta.  Tempat berstananya Ratu Gede Pancering Jagat ini juga dinamakan Pura  Pancering Jagat.</p>
<p>Meru tumpang tujuh yang dilengkapi dengan arca  setinggi 4 meter tersebut dianggap sebagai simbol laki-laki. Simbol  wanita ada pada pelinggih Ida Ratu Ayu Dalem Pingit berupa meru tumpang  tiga yang dilengkapi dengan lambang tak dapat diukur dalamnya. Pelinggih  simbol purusa pradana menurut kepercayaan masyarakat desa Trunyan dan  orang Bali lainnya merupakan simbol kesuburan.</p>
<p>Trunyan juga  memiliki ciri khas lain yaitu tarian sakral Barong Brutuk. Tari ini  dipentaskan pada saat upacara piodalan di Pura Pancering Jagat yang  jatuh pada Purnamaning Kapat. Menurut kepercayaan masyarakat desa  Trunyan. Pementasan Barong Bruntuk merupakan suatu pertanda turunnya Ida  Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Ratu Pancering  Jagat, Ratu Ayu Dalem Pingit, dan Ratu Sakti Meduwegama.</p>
<p>Tari ini  bertujuan untuk memohon keselamatan pada Tuhan. Sisi unik desa Trunyan  juga bisa dilihat dari sistem kemasyarakatannya. Pemuka desa dikenal  dengan istilah khusus. Bukan Bendesa Adat maupun Kepala Desa, tetapi  digunakan sebutan Jero Putus, Jero Gede, dan Jero Mekel. Yang menjadi  pemuka desa juga dipanggil dengan sebutan Jero Kebayan Kiwa Tengen.</p>
<p><em>Sumber : http://travel.okezone.com/read/2011/02/21/407/426926/tradisi-masyarakat-desa-trunyan</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kevinabali.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kevinabali.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kevinabali.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kevinabali.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kevinabali.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kevinabali.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kevinabali.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kevinabali.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kevinabali.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kevinabali.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kevinabali.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kevinabali.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kevinabali.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kevinabali.wordpress.com/401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=401&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kevinabali.wordpress.com/2011/02/22/tradisi-masyarakat-desa-trunyan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccf1181f24f38cbd490bda9b56951fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kevinabali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kevinabali.files.wordpress.com/2011/02/trunyan1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">trunyan1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kevinabali.files.wordpress.com/2011/02/kuburan_ala_trunyan1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kuburan_ala_trunyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bali Green &amp; Clean</title>
		<link>http://kevinabali.wordpress.com/2011/01/07/bali-green-clean/</link>
		<comments>http://kevinabali.wordpress.com/2011/01/07/bali-green-clean/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Jan 2011 03:41:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kevinabali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Art & Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Mandara]]></category>
		<category><![CDATA[Green & Clean]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kevinabali.wordpress.com/?p=390</guid>
		<description><![CDATA[Pembangunan Daerah Bali berlandaskan pada kebudayaan yang dijiwai oleh Agama Hindu dengan filosofi Tri Hita Karana, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelestarian budaya, dan lingkungan hidup, guna menuju masyarakat yang maju, aman, damai dan sejahtera (Bali Mandara).  Provinsi Bali yang memiliki luas wilayah ± 5.636,66 km2 atau 0,29% dari luas daratan Indonesia, dengan jumlah penduduk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=390&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><a href="http://kevinabali.files.wordpress.com/2011/01/baligreen.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-391" title="baligreen" src="http://kevinabali.files.wordpress.com/2011/01/baligreen.jpg" alt="" width="621" height="254" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Pembangunan Daerah Bali berlandaskan pada kebudayaan yang dijiwai oleh Agama Hindu dengan filosofi Tri Hita Karana, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelestarian budaya, dan lingkungan hidup, guna menuju masyarakat yang maju, aman, damai dan sejahtera (Bali Mandara). <em> </em><em> </em></p>
<p style="text-align:left;">Provinsi Bali yang memiliki luas wilayah ± 5.636,66 km<sup>2 </sup>atau 0,29% dari luas daratan Indonesia, dengan jumlah penduduk daerah Bali 3.409.845 jiwa (tahun 2008) dimana tingkat pertumbuhannya 1,80% per tahun. Oleh karena itu, Bali memiliki keterbatasan yang nyata terhadap ketersediaan sumber daya alam, akan tetapi memiliki kekhasan budaya daerah dan jasa lingkungan alam yang merupakan potensi dan andalan sebagai modal dasar pembangunan.</p>
<p style="text-align:left;"><em>Bali Green Province</em> telah dicanangkan oleh Gubernur Bali pada tanggal 22 Pebruari 2010 bertepatan dengan pembukaan Konferensi UNEP ke-11 di Nusa Dua. Dan pada tanggal 20 Juli 2010 telah dilaksanakan workshop dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat, membahas peta jalan <em>(road map) </em>menuju  <em>Bali Green Province. </em><em> </em></p>
<p style="text-align:left;"><em>Bali Green Province </em>adalah komitmen Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali, swasta, LSM, Perguruan Tinggi, sekolah, Desa Pekraman dan seluruh komponen masyarakat Bali, dengan segala daya dan upaya untuk mewujudkan Bali yang bersih, sehat, nyaman, lestari dan indah bagi generasi kini dan akan datang menuju tercapainya Bali yang maju, aman, damai dan sejahtera (Bali Mandara).</p>
<p style="text-align:left;">Dalam mewujudkan <em>Bali Green Province </em>dikembangkan 3 (tiga) kebijakan dasar yang meliputi:</p>
<ol style="text-align:left;">
<li>Mendorong partisipasi masyarakat melalui pendidikan formal, informal dan non formal;</li>
<li>Melakukan upaya bersama dan sinergis (kemitraan) dengan komponen swasta/pengusaha dalam menekan pencemaran dan perusakan lingkungan hidup;</li>
<li>Meningkatkan kerja sama dengan seluruh komponen masyarakat melalui berbagai aktivitas nyata (gerakan) dalam mewujudkan Bali yang bersih, sehat, nyaman, lestari dan indah.</li>
</ol>
<p>Kelestarian lingkungan hidup Daerah Bali menjadi komponen penting dalam mewujudkan visi Bali Mandara. Lingkungan hidup Daerah Bali yang lestari tidak saja akan mampu memberikan dukungan bagi kehidupan masyarakat dan pembangunan, juga akan menumbuhkan vibrasi spiritual (<em>taksu</em>), sehingga terwujudnya lingkungan yang aman, nyaman, dan damai guna peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Dalam hubungan ini, untuk menuju <em>Bali</em> <em>Green Province</em>, Pemerintah Provinsi Bali menetapkan 3 (tiga) strategi dasar yakni :</p>
<ol>
<li>Melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya (kearifan lokal) yang berwawasan lingkungan hidup, termasuk berbagai aktivitas keagamaan baik yang berskala kecil, menengah maupun besar (Green Culture);</li>
<li>Mewujudkan perekonomian Daerah Bali yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun tetap dapat menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup untuk generasi masa kini dan yang akan datang (Green Economy);</li>
<li>Mewujudkan lingkungan hidup Daerah Bali yang bersih dan hijau, sehingga dapat terbebas dari pencemaran dan kerusakan sumberdaya alam (Clean &amp; Green).</li>
</ol>
<p style="text-align:left;">Terlepas dari program dan kebijakan  yang dilakukan pemprov Bali, tentunya keberhasilan <em>Bali Green Province </em>sangat tergantung pada kesadaran, partisipasi dan dukungan secara sinergis semua komponen masyarakat Bali.</p>
<p style="text-align:left;">Sumber:</p>
<p style="text-align:left;">http://www.baliprov.go.id/programunggulan/2010/11/bali-green-and-clean</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kevinabali.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kevinabali.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kevinabali.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kevinabali.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kevinabali.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kevinabali.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kevinabali.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kevinabali.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kevinabali.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kevinabali.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kevinabali.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kevinabali.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kevinabali.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kevinabali.wordpress.com/390/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=390&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kevinabali.wordpress.com/2011/01/07/bali-green-clean/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccf1181f24f38cbd490bda9b56951fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kevinabali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kevinabali.files.wordpress.com/2011/01/baligreen.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">baligreen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makanan Khas Bali</title>
		<link>http://kevinabali.wordpress.com/2010/12/28/makanan-khas-bali/</link>
		<comments>http://kevinabali.wordpress.com/2010/12/28/makanan-khas-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Dec 2010 06:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kevinabali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Art & Culture]]></category>
		<category><![CDATA[babi guling]]></category>
		<category><![CDATA[lawar]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan khas bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kevinabali.wordpress.com/?p=371</guid>
		<description><![CDATA[Babi Guling merupakan makanan khas Bali yang paling populer. Babi guling merupakan sejenis lauk pauk yang dibuat dari anak babi betina atau jantan secara utuh kecuali isi perutnya dikeluarkan dan dibersihkan dengan air hangat, seluruhnya diganti dengan bumbu dan sayuran seperti daun ketela pohon, dipanggang diatas bara api sambil diputar-putar ( diguling-gulingkan) sampai matang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=371&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Babi Guling</strong> merupakan makanan khas Bali yang paling populer.</p>
<p>Babi guling merupakan sejenis lauk pauk yang dibuat dari anak babi betina atau jantan secara utuh kecuali isi perutnya dikeluarkan dan dibersihkan dengan air hangat, seluruhnya diganti dengan bumbu dan sayuran seperti daun ketela pohon, dipanggang diatas bara api sambil diputar-putar ( diguling-gulingkan) sampai matang yang ditandai dengan warna kulitnya menjadi kecoklatan dan renyah. Bumbu Bali juga mempengaruhi rasa kelezatan kulit babi guling, bumbu tradisional Bali &#8220;Base Genep,&#8221; serta dicampur dengan sayur daun singkong. Ketika daging babi matang, bumbu dan sayur itulah yang nantinya mendampingi kulit babi maupun daging babi ketika di makan.</p>
<p><a href="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/12/babiguling-bali.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-372" title="babiguling-bali" src="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/12/babiguling-bali.jpg" alt="" width="384" height="256" /></a></p>
<p><span id="more-371"></span>Untuk menghindari terbakarnya kulit babi,  tempat pemanggangan api juga mesti diperhatikan, sehingga kematangan kulit dan daging babi pas buat rasa lidah. Jarak api dengan babi saat memanggang juga menjadi penentu kulit itu enak atau tidak, salah sedikit mengatur jarak kulit babi akan hangus. Tidak mudah membuat kulit babi guling terasa renyah dan enak, perlu konsentrasi tinggi saat memanggang dengan cara memutar daging babi yang telah ditusuk dengan bambu (guling) babi, jika tidak kulit babi itu akan terbakar, kalau terbakar rasa akan berubah menjadi pahit.</p>
<p>Babi guling pada mulanya digunakan untuk sajian pada upacara baik upacara adat maupun upacara keagamaan,  saat ini  telah dijual sebagai hidangan baik di warung-warung, rumah makan bahkan hotel-hotel berbintang di Bali. Babi guling yang paling terkenal biasanya berasal dari kabupaten Gianyar.</p>
<p>Makanan khas lainnya adalah <strong>Lawar</strong></p>
<p><strong><a href="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/12/lawar-bali.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-378" title="Lawar bali" src="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/12/lawar-bali.jpg" alt="" width="360" height="301" /></a><br />
</strong></p>
<p>Lawar adalah makanan tradisional Bali yang sudah sangat terkenal di daerah Bali, karena disamping digunakan sebagai sajian dan hidangan juga telah dijual secara luas di rumah-rumah makan dengan merek lawar Bali. Lawar adalah salah satu jenis lauk pauk yang dibuat dari daging (babi, bebek/kuwir ataupun ayam) yang dicincang, nangka muda, sejumlah bumbu-bumbu (baca : basa genep), kelapa, kadang-kadang juga ditambahkan pepaya muda yang diparut dan di beberapa jenis lawar diberikan unsur yang dapat menambah rasa dari lawar itu ialah darah dari daging itu sendiri, darah tersebut dicampurkan dengan bumbu-bumbu tertentu sehingga menambah lezat lawar tersebut. Lawar sendiri tidak dapat bertahan lama makanan ini jika didiamkan di udara terbuka hanya bertahan setengah hari.</p>
<p>Penamaannya bervariasi, biasanya berdasarkan jenis daging yang digunakan atau jenis sayurannya. Bila yang digunakan daging <a title="Babi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Babi"></a>babi maka lawar yang dihasilkan disebut <em>lawar babi</em>, demikian juga bila yang digunakan sayur <a title="Nangka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nangka"></a>nangka, maka lawarnya diberi nama <em>lawar nangka</em>. Ada juga pemberian namanya berdasarkan warna lawarnya yaitu <em>lawar merah</em> bila warna lawarnya merah, <em>lawar putih</em> bila warna lawarnya putih dan ada lawar yang bernama <em>lawar padamare</em>, yaitu sejenis lawar yang dibuat dari campuran beberapa jenis lawar. Lawar disajikan sebagai teman nasi bersama jenis lauk-pauk lainnya.</p>
<p>Sama halnya dengan babi guling, lawar pada mulanya digunakan untuk sajian pada upacara baik upacara adat maupun upacara keagamaan,  saat ini  telah dijual sebagai hidangan baik di warung-warung, rumah makan bahkan hotel-hotel berbintang di Bali.</p>
<p><em>Diolah dari berbagai sumber</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kevinabali.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kevinabali.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kevinabali.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kevinabali.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kevinabali.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kevinabali.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kevinabali.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kevinabali.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kevinabali.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kevinabali.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kevinabali.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kevinabali.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kevinabali.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kevinabali.wordpress.com/371/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=371&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kevinabali.wordpress.com/2010/12/28/makanan-khas-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccf1181f24f38cbd490bda9b56951fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kevinabali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/12/babiguling-bali.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">babiguling-bali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/12/lawar-bali.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lawar bali</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inilah Obat Kanker Paling Ampuh yang Ditutupi Selama Bertahun-tahun</title>
		<link>http://kevinabali.wordpress.com/2010/12/23/inilah-obat-kanker-paling-ampuh-yang-ditutupi-selama-bertahun-tahun/</link>
		<comments>http://kevinabali.wordpress.com/2010/12/23/inilah-obat-kanker-paling-ampuh-yang-ditutupi-selama-bertahun-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2010 06:32:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kevinabali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[obat kanker]]></category>
		<category><![CDATA[sirsak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kevinabali.wordpress.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Inilah Obat Kanker Paling Ampuh yang Ditutupi Selama Bertahun-tahun.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=362&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.apakabardunia.com/post/kesehatan/inilah-obat-kanker-paling-ampuh-yang-ditutupi-selama-bertahun-tahun">Inilah Obat Kanker Paling Ampuh yang Ditutupi Selama Bertahun-tahun</a>.</p>
<p><a href="http://wp.me/pyIW0-5Q"><img class="alignnone size-full wp-image-364" title="buah sirsak" src="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/12/sirsak.jpg" alt="" width="363" height="519" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kevinabali.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kevinabali.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kevinabali.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kevinabali.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kevinabali.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kevinabali.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kevinabali.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kevinabali.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kevinabali.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kevinabali.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kevinabali.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kevinabali.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kevinabali.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kevinabali.wordpress.com/362/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=362&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kevinabali.wordpress.com/2010/12/23/inilah-obat-kanker-paling-ampuh-yang-ditutupi-selama-bertahun-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccf1181f24f38cbd490bda9b56951fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kevinabali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/12/sirsak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buah sirsak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Festival Layang-Layang Bali</title>
		<link>http://kevinabali.wordpress.com/2010/09/02/festival-layang-layang-bali/</link>
		<comments>http://kevinabali.wordpress.com/2010/09/02/festival-layang-layang-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 10:39:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kevinabali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Art & Culture]]></category>
		<category><![CDATA[bali kite festival]]></category>
		<category><![CDATA[kite]]></category>
		<category><![CDATA[layang-layang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kevinabali.wordpress.com/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[Festival Layang-layang Bali pertama kali digagas oleh budayawan yang  juga mantan Gubernur Bali Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, pada tahun 1978. Festival Layang-layang Bali biasanya diadakan pada bulan Juli-Agustus setiap tahunnya. Lokasi festival layang-layang ini biasanya berada di Pantai Padang Galak, Sanur – Bali. Para peserta lomba ini adalah warga dari beberapa daerah kabupaten/kota  yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=349&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/09/kites-festival-004-lrg.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-355" title="kites-festival-004-lrg" src="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/09/kites-festival-004-lrg.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>Festival Layang-layang Bali pertama kali digagas oleh budayawan yang  juga mantan Gubernur Bali Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, pada tahun 1978. Festival Layang-layang Bali biasanya diadakan pada bulan Juli-Agustus setiap tahunnya. Lokasi festival layang-layang ini biasanya berada di Pantai Padang Galak, Sanur – Bali. Para peserta lomba ini adalah warga dari beberapa daerah kabupaten/kota  yang ada di Bali  seperti : Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan. Juga ada dari beberapa dari daerah lain di Indonesia maupun dari luar negeri seperti Jepang, Amerika, Australia dan dari Eropa juga berpartisipasi pada acara ini.</p>
<p>Bagi masyarakat Bali, layang-layang sudah menjadi budaya agraris mereka. Hal ini dapat dilihat selama waktu panen, angin bertiup sangat keras dan ini adalah saat yang tepat untuk mengadakan kegiatan lomba ini. Hal ini juga terlihat dari kehidupan masyarakat Hindu di bali yang menggunakan wujud Sang Hyang Rare Angon sebagai simbol kedekatan layang-layang dengan masyarakat Bali. Layang-layang menjadi ungkapan rasa syukur dan kebahagian petani atas keberhasilan panen mereka kepada Dewa Siwa, satu dari tiga manifestasi Tuhan dalam agama Hindu.</p>
<p><span id="more-349"></span><a href="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/09/kite1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-357" title="KITE1" src="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/09/kite1.jpg" alt="" width="182" height="277" /></a></p>
<p>Beberapa layang-layang tradisional Bali seperti Bebean (berbentuk ikan), Janggan (berbentuk burung) dan Pecukan (daun berbentuk) dan juga layang-layang kreasi baru akan mengikuti kontes. Ukuran layang-layang adalah berkisar antara 4 meter – 10 meter panjang. Layang Janggan tersebut bisa memiliki panjang ekor hingga 200 meter. Desain dari layang-layang biasanya dengan watna hitam, warna merah dan putih seperti layang-layang tradisional Bali, kecuali untuk layang-layang dengan kreasi baru.</p>
<p><a href="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/09/kites-festival-2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-356" title="kites-festival-2" src="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/09/kites-festival-2.jpg" alt="" width="365" height="400" /></a></p>
<p>Anak-anak dan orang dewasa di Bali selama masa panen ini membuat layang-layang dan diterbangkan di lahan yang kosong atau sawah kosong. Mereka akan tampil berkelompok yang terdiri dari beberapa anggota dan akan membuat beberapa layang-layang. Setiap kelompok akan membawa layang-layang mereka sendiri ke tempat perlombaan dan mereka akan memainkan gamelan Bali disebut Beleganjur selama festival.  Satu kelompok bisa terdiri dari lebih dari 10 orang dan tergantung pada ukuran layang-layang. Lebih panjang dan besar layangannya, maka anggotanya lebih banyak. Para anggota bersaing dengan anggota lain, dan para juri akan melihat cara mereka menerbangkan layangannya dan waktu yang lebih lama layang-layang bisa terbang. Layang-layang harus bisa mengikuti arus angin, sehingga anggota terbaik akan mendapatkan piala dan uang jika salah satu layang-layang dipilih untuk menjadi pemenang.  Setiap kelompok akan mengurus layang-layangnya sendiri. Kadang-kadang jika tidak bisa terbang dengan baik, maka mereka akan mengatur pembentukannya, bukan untuk membiarkan layang-layang tersebut jatuh langsung ke tanah tetapi mereka akan menangkap layang-layang begitu mereka hampir jatuh sehingga layang-layang tersebut tidak rusak. Tapi pada beberapa kondisi tertentu, layang-layang dapat rusak jikalau kelompok tersebut tidak mampu mengatasi segala situasinya, layang – layang tersebut bisa saja jatuh di tempat tertentu yang sulit dijangkau dan juga bisa patah/rusak sehingga tidak bisa meneruskan lomba tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kevinabali.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kevinabali.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kevinabali.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kevinabali.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kevinabali.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kevinabali.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kevinabali.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kevinabali.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kevinabali.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kevinabali.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kevinabali.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kevinabali.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kevinabali.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kevinabali.wordpress.com/349/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=349&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kevinabali.wordpress.com/2010/09/02/festival-layang-layang-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccf1181f24f38cbd490bda9b56951fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kevinabali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/09/kites-festival-004-lrg.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kites-festival-004-lrg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/09/kite1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KITE1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/09/kites-festival-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kites-festival-2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JEGOG</title>
		<link>http://kevinabali.wordpress.com/2010/08/11/jegog/</link>
		<comments>http://kevinabali.wordpress.com/2010/08/11/jegog/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 13:31:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kevinabali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Art & Culture]]></category>
		<category><![CDATA[gambelan]]></category>
		<category><![CDATA[jegog]]></category>
		<category><![CDATA[jembrana]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kevinabali.wordpress.com/?p=333</guid>
		<description><![CDATA[JEGOG merupakan kesenian khas daerah kabupaten Jembrana, Bali. Gamelan Jegog awalnya merupakan gamelan bilah dimana bilah tersebut terbuat dari kayu Bayur/Panggal Buaya dengan resonator bambu yang terdapat dan tumbuh subur di sebagian besar wilayah Jembrana. Namun karena langkanya bahan baku kayu tersebut, pada perkembangan selanjutnya bilah tersebut digantikan dengan hanya memakai bambu saja. Terjadinya perubahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=333&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/08/jegog3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-347" title="jegog3" src="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/08/jegog3.jpg" alt="" width="591" height="396" /></a></p>
<p><strong>JEGOG</strong> merupakan kesenian khas daerah kabupaten Jembrana, Bali. Gamelan Jegog awalnya merupakan gamelan bilah dimana bilah tersebut terbuat dari kayu Bayur/Panggal Buaya dengan resonator bambu yang terdapat dan tumbuh subur di sebagian besar wilayah Jembrana. Namun karena langkanya bahan baku kayu tersebut, pada perkembangan selanjutnya bilah tersebut digantikan dengan hanya memakai bambu saja. Terjadinya perubahan ini ternyata secara musikal menghasilkan kualitas suara yang lebih nyaring dan menghasilkan suara yang menggema, sangat merdu dan menawan hati.</p>
<p><strong>Kisah Awal Kesenian Jegog </strong></p>
<p><strong> </strong>Kata “Jegog” diambil dari instrumen Kesenian Gong Kebyar yang paling besar. Secara aklamasi masyarakat Jembrana khususnya di kalangan seniman menunjuk bahwa yang menciptakan gamelan ini adalah I Wayan Geliguh atau Kiyang Geliduh (1872) pada tahun 1912. Ia adalah seorang seniman yang berasal dari Banjar Sebual, Desa Dangin Tukad Aya, Kecamatan Negara, Jembrana.</p>
<p><span id="more-333"></span></p>
<p>Temuan Kiang Geliduh itu kemudian dilanjutkan oleh Pan Natil di Desa  Delodbrawah pada 1920. Pan Natil kelak dikenal dengan panggilan Kiang  Jegog, akibat kesuntukannya mengalirkan jegog ke generasi berikutnya,  hingga meluas ke sejumlah desa di kawasan Jembrana.</p>
<p>Satu dasawarsa berselang sejak generasi Kiang Jegog, musik berbahan baku  bambu itu telah menyebar ke Desa Poh Santen dan Mendoyo Kangin. Pada  dasawarsa 1940-an muncul di Desa Tegal Cangkring. &#8220;Jegog memang menjadi  musik khas Jembrana yang dipetik dari hamparan huma dan hutan,&#8221; katanya.</p>
<p>Seniman jegog lainnya, I Wayan Wangsun, menjelaskan, gamelan jegog  memang tidak sepopuler gong kebyar (gamelan Bali modern). Pada umumnya  masyarakat dan seniman Bali belum begitu akrab dengan ensambel dari  bambu itu. Memang, dari sekian khasanah gamelan Bali, perangkat alat  musik bambu itu tak begitu banyak dicatat dan dicermati, baik oleh  peneliti lokal maupun asing. Tetapi, di desa-desa belahan barat Bali,  kebyar justru kalah gengsi dengan jegog. Gamelan yang instrumennya  berbahan batangan-batangan bambu besar itu begitu digandrungi masyarakat  setempat.</p>
<p>Manakala petani huma Kiang Geliduh menghalau burung-burung yang  menghinggapi bulir-bulir buah padinya yang mulai menguning, demikian  ceritanya, ia membunyikan penghalau burung. Alat penghalau burung itu  dibuat dari bambu, yang memang sudah di dapat saat itu.</p>
<p>Ketika suntuk menghalau burung, petani-petani lain  di lingkungan Subak Sebual yang melingkupi huma Kiang Geliduh, pun  menyambut serta. Mereka seperti terpaut, ikut menyahut dengan alat  penghalau burung dari bambu pula. Rata-rata kubu (pondok) para petani di  huma saat itu berisi kulkul bambu. Tanpa aba-aba layaknya dalam  kemiliteran, jadilah alat penghalau burung itu satu orkestra musik nan  apik. &#8220;Interkoneksi, saling menyahut, mengalir begitu saja dalam irama  rasa terukur,&#8221; ia menambahkan.</p>
<p>Di tengah keasyikan melamun itulah, tutur Wangsun, mekanisme kreativitas  seni Kiang Geliduh terpantik. Rasa hatinya tergetar. Jiwa murninya  menari-nari mengikuti irama suara bambu. Saat rembang petang menjelang.  Kiang Geliduh mengumpulkan sesama petani huma sedesanya. Mereka  mereka-reka sungguh-sungguh komposisi musik bambu itu. Diawali dengan  barungan tingklik, perangkat musik bambu lebih kecil.</p>
<p>Barungan tingklik itulah kelak berbiak menjadi jegog, setelah  disempurnakan, divariasikan dengan ruas-ruas bambu berbagai ukuran. Dari  komposisi ruas-ruas bambu berbagai ukuran itu kemudian ditemukan  barungan musik bambu lebih besar, utuh. Ingatan para petani seniman itu  terpantik pada alat gamelan gong kebyar paling besar. Perangkat itu  dinamakan jegog, karena tongkrongannya <em>majegog</em>, atau <em>nylegodog</em> besar. Dari sini nama jegog dikenal.</p>
<p>Sebagai produk budaya asli masyarakat Jembrana, gamelan ini memiliki fungsi yang sangat beragam. Awalnya Kesenian Jegog hanyalah berupa tabuh (barung tabuh) yang fungsi awalnya sebagai hiburan para pekerja bergotong royong membuat atap rumah dari daun pohon rumbia/ijuk, dalam istilah bali bekerja bergotong royong membuat atap dari daun pohon rumbia disebut “nyucuk”, dalam kegiatan ini beberapa orang lagi menabuh gambelan jegog. Dalam perkembangan selanjutnya Gambelan Jegog juga dipakai sebagai pengiring upacara keagamaan, resepsi pernikahan, jamuan kenegaraan, dan kini sudah dilengkapi dengan drama tarian-tarian yang mengambil inspirasi alam dan budaya lokal seperti yang namanya Tabuh Trungtungan, Tabuh Goak Ngolol, Tabuh Macan Putih dengan tari-tariannya seperti Tari Makepung, Tari Cangak Lemodang, Tari Bambu, sebagai seni pertunjukan wisata. Kini, jegog juga telah dikolaborasikan dengan instrumen musik-musik modern seperti biola, keyboard, bas gitar, drum set, harpa, saxophone dan alat-alat musik non gamelan lainnya seperti djembe, tabla, dan sitar Jawa. Di Bali, kolaborasi ini dirintis oleh Nyoman Winda dan diberi nama JES (Jegog dan Semar pegulingan) Gamelan Fusion (JGF). Dan kolaborasi cantik ini telah ditampilkan di Arda Chandra Art Center 27 Juni 2010 lalu dalam ajang PKB ke 32.</p>
<p>Penampilan Gambelan Jegog begitu memikat, para penabuh menari-nari di atas gambelan, suara Jegog begitu gemuruh, rancak, riuh, bergaung dan sering menggelegar menembus ruang batas yang bisa didengar dari jarak jauh apalagi dibunyikan pada waktu malam hari suaranya bisa menjangkau jarak sampai 3 (tiga) Km.</p>
<p><a href="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/08/jegog.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-339" title="jegog" src="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/08/jegog.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Jegog Mebarung </strong></p>
<p>Kesenian Jegog ini bisa dipakai sebagai atraksi pertarungan Jegog.<br />
Pertarungan Jegog dalam bahasa Bali disebut &#8220;Jegog Mebarung&#8221;, yaitu pementasan seni Jegog dengan tabuh mebarung (bertarung).</p>
<p>Mebarung artinya bertarung antara dua jegog atau bisa juga bertarung antara tiga Jegog, dalam Bahasa Bali disebut Jegog Barung Dua atau Jegog Barung Tiga.</p>
<p>Jegog mebarung ini biasanya dipertontonkan pada acara-acara syukuran yaitu pada acara suka ria di Desa. Jegog mebarung terdiri dari :<br />
<strong> </strong>- Dua perangkat gambelan jegog atau tiga perangkat gambelan jegog ditaruh pada satu    areal yang cukup untuk dua atau tiga perangkat gambelan jegog.<br />
- Masing-masing Kru Jegog ini membawa penabuh 20 orang.</p>
<p>Pada saat mebarung masing-masing Jegog mengawali dengan menampilkan tabuh yang namanya Tabuh Terungtungan yaitu suatu tabuh sebagai ungkapan rasa terima kasih dan hormat kepada para penonton dan penggemar seni jegog, dengan durasi waktu masing-masing 10 menit.</p>
<p>Tabuh Terungtungan ini adalah tabuh yang suaranya lembut dan kedengarannya sangat merdu karena melantunkan lagu-lagu dengan irama yang sangat mempesona sebagai inspirasi keindahan alam Bali.</p>
<p>Setelah penampilan Tabuh Terungtungan baru dilanjutkan dengan atraksi jegog mebarung yaitu masing-masing penabuh memukul gambelan jegog secara bersamaan antara Kru jegog yang satu dengan kru jegog lawan mebarung.</p>
<p>Penabuh memukul gambelan jegog (musik jegog) dengan sangat keras sehingga kedengarannya musik jegog tersebut sangat riuh dan sangat gaduh dan kadang-kadang para penonton sangat sulit membedakan suara lagu musik jegog yang satu dengan yang lainnya.</p>
<p><a href="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/08/jegog11.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-341" title="jegog1" src="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/08/jegog11.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p>Karena saking kerasnya dipukul oleh penabuh, maka tidak jarang sampai gambelan jegognya pecah dan suaranya pesek (serak).</p>
<p>Tepuk tangan dari para penonton sangat rame begitu juga sepirit dari masing-masing Kru jegog sangat riuh saling ejek dan saling soraki.</p>
<p>Apalagi Gambelan Jegognya sampai pecah dipukul oleh penabuh, maka sepirit dari kru Jegog lawannya menyoraki sangat riuh dan mengejek dengan melakukan tari-tarian sambil berteriak-teriak yang bisa kadang-kadang menimbulkan emosi bagi sipenabuh Jegog.</p>
<p>Penentuan kalah dan menang Jegog mebarung ini adalah para penonton karena Jegog mebarung ini tidak ada tim juri khusus jadi tergantung penilaian para penonton saat itu.</p>
<p>Apabila suara salah satu gambelan jegog kedengarannya oleh sipenonton lebih dominan dan teratur suara lagu-lagunya, maka jegog tersebut dinyatakan sebagai pemenang mebarung.</p>
<p>Sedangkan hadiahnya bagi sipemenang adalah berupa suatu kebanggaan saja bagi kru Jegog tersebut.</p>
<p>Karena Jegog mebarung adalah pertunjukan kesenian yang tujuannya untuk menghibur para penonton dan para penggemarnya, pertunjukan jegog mebarung adalah pertunjukan hiburan.</p>
<p>Kesenian Jegog ini sudah melanglang buana karena sudah sering melawat ke Luar Negeri dan telah menembus 3 Benua seperti Eropa, Afrika dan Asia.</p>
<p>Sedangkan intensitas lawatan ke Jepang yang paling menonjol sejak tahun 1971 di kota Saporo, Pulau Hokaido oleh Nyoman Jayus hingga tahun 2003 di Kota Okayama. Dan yang terkini pada 26 Juli-8 Agustus 2010 ini grup Jegog Suar Agung pimpinan I Ketut Suwentra,SST. yang  beranggotakan 18 seniman musik dan tari kembali mengemban misi kesenian  di sejumlah kota besar Jepang.</p>
<p>Demikian adanya Kesenian Jegog di Kabupaten Jembrana yang terus berkembang dan tidak pernah surut oleh perkembangan jaman dan apabila ingin menikmati keindahan kesenian musik Jegog bisa ditampilkan setiap saat di Kabupaten Jembrana.</p>
<p><em>Diolah dari berbagai sumber</em></p>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:644px;width:1px;height:1px;overflow:hidden;">Seniman jegog lainnya, I Wayan Wangsun, menjelaskan, gamelan jegog  memang tidak sepopuler gong kebyar (gamelan Bali modern). Pada umumnya  masyarakat dan seniman Bali belum begitu akrab dengan ensambel dari  bambu itu. Memang, dari sekian khasanah gamelan Bali, perangkat alat  musik bambu itu tak begitu banyak dicatat dan dicermati, baik oleh  peneliti lokal maupun asing. Tetapi, di desa-desa belahan barat Bali,  kebyar justru kalah gengsi dengan jegog. Gamelan yang instrumennya  berbahan batangan-batangan bambu besar itu begitu digandrungi masyarakat  setempat.</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kevinabali.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kevinabali.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kevinabali.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kevinabali.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kevinabali.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kevinabali.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kevinabali.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kevinabali.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kevinabali.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kevinabali.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kevinabali.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kevinabali.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kevinabali.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kevinabali.wordpress.com/333/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=333&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kevinabali.wordpress.com/2010/08/11/jegog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccf1181f24f38cbd490bda9b56951fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kevinabali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/08/jegog3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jegog3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/08/jegog.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jegog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/08/jegog11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jegog1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Monumen Bajra Sandhi</title>
		<link>http://kevinabali.wordpress.com/2010/07/02/monumen-bajra-sandhi/</link>
		<comments>http://kevinabali.wordpress.com/2010/07/02/monumen-bajra-sandhi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 09:48:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kevinabali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Architecture]]></category>
		<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[bajra sandhi]]></category>
		<category><![CDATA[gedung]]></category>
		<category><![CDATA[monumen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kevinabali.wordpress.com/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Monumen Bajra Sandhi  merupakan Monumen Perjuangan Rakyat Bali untuk memberi hormat pada para pahlawan serta merupakan lambang persemaian pelestarian jiwa perjuangan rakyat Bali dari generasi ke generasi dan dari zaman ke zaman serta lambang semangat untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari 17 anak tangga yang ada di pintu utama, 8 buah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=326&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/07/3113892bajra_sandhi.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-328" title="bajra_sandhi" src="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/07/3113892bajra_sandhi.jpg" alt="" width="640" height="195" /></a></p>
<p>Monumen Bajra Sandhi  merupakan Monumen Perjuangan Rakyat Bali untuk memberi hormat pada para pahlawan serta merupakan lambang persemaian pelestarian jiwa perjuangan rakyat Bali dari generasi ke generasi dan dari zaman ke zaman serta lambang semangat untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari 17 anak tangga yang ada di pintu utama, 8 buah tiang agung di dalam gedung monumen, dan monumen yang menjulang setinggi 45 meter. Lokasi monumen ini terletak di depan Kantor Gubernur Kepala Daerah Propinsi Bali yang juga di depan Gedung DPRD Propinsi Bali Niti Mandala Renon persisnya di Lapangan Puputan Renon.</p>
<p><span id="more-326"></span></p>
<p>Monumen ini dikenal dengan nama “Bajra Sandhi” karena bentuknya menyerupai bajra atau genta yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan Weda (mantra) pada saat upacara keagamaan. Monumen ini dibangun pada tahun 1987, diresmikan oleh Presiden Megawati Sukarno Putri pada tanggal 14 Juni 2003. Tujuan pembangunan monumen ini adalah unutuk mengabadikan jiwa dan semangat perjuangan rakyat Bali, sekaligus menggali, memelihara, mengembangkan serta melestarikan budaya Bali untuk diwariskan kepada generasi penerus sebagai modal melangkah maju menapak dunia yang semakin sarat dengan tantangan dan hambatan.</p>
<p>Monumen ini berisikan 33 diorama yang menggambarkan perjalanan sejarah dari masa Prasejarah (300.000 S.M) yang manusianya masih berpindah-pindah dan sangat tergantung dari alam, sampai pada masa mengisi kemerdekaan (1950-1975) dimana Bali membangun di segala bidang, yaitu: politik, ekonomi, dan social budaya. Mengetahui dan memahami perjalanan sejarah, jiwa dan semangat perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa ini dapat diharapkan memperkokoh jati diri dan budaya, lebih-lebih pariwisata di Bali di kembangkan sebagai pariwisata Budaya, agar tidak tergerus oleh harus globalisasi, mengingat derasnya pengaruh luar akibat kemajuan teknologi di bidang informasi, transportasi dan turisme.</p>
<p>Wujud fisik bangunan kental dengan makna falsafah agama Hindu, yakin Lingga-Yoni : monumennya sendiri sebagai lambang lingga sedangkan dasar bangunan sebagai Yoni. Di samping Lingga-Yoni, tertera juga cerita Pemutaran Mandhara Giri di Ksirarnawa yang diambil dari petikan Adi Parwa.</p>
<p>Pada bangunan monumen terlihat:</p>
<div>
<ul>
<li>Guci Amertha, disimbulkan dengan kumba (semacam periuk) yang terlihat di bagian atas monumen.</li>
<li>Ekor Naga Basuki terwujud dekat Swamba dan kepalanya pada Kori Agung.</li>
<li>Badan Bedawang Akupa diwujudkan pada landasan monumen, kepalanya pada Kori Agung.</li>
<li>Gunung Mendara Giri diwujudkan dengan monumen yang menjulang tinggi.</li>
<li>Kolam mengelilingi monumen, diibaratkan sebagai Ksirarnawa (lautan susu).</li>
</ul>
</div>
<p>Keseluruhan data daerah monumen berbentuk segi empat bujur sangkar dengan penerapan konsepsi Tri Mandala :</p>
<ol>
<li>Sebagai Utama Mandala adalah pelataran/gedung yang paling ditengah</li>
<li>Sebagai Madya Mandala adalah pelataran yang mengitari Utama Mandala</li>
<li>Sebagai Nista Mandala adalah pelataran yang paling luar yang mengitari Madya Mandala</li>
</ol>
<p>Bangunan gedung monumen pada Utama Mandala tersusun menjadi 3 lantai :</p>
<ul>
<li>Utamaning Utama Mandala adalah lantai 3 yang berposisi paling atas berfungsi sebagai ruang ketenangan, tempat hening-hening menikmati suasana kejauhan disekeliling monumen. Para pengunjung bisa melihat panorama Denpasar dari tempat ini. Pada saat cuaca cerah sehingga pemandangan Denpasar terlihat jelas. Untuk mencapai tempat ini harus melewati tangga melingkat yang lumayan tinggi.</li>
</ul>
<ul>
<li>Madyaning Utama Mandala adalah lantai 2 berfungsi sebagai tempat diorama yang berjumlah 33 unit. Lantai 2 (dua) ini sebagai tempat pajangan miniatur perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Dioramanya mirip dengan yang ada di Monas, Jakarta. Tapi yang di sini hanya menampilkan perjuangan rakyat Bali. Mulai zaman kerajaan, masuknya Hindu, Majapahit, penjajahan, perang kemerdekaan, hingga saat ini.</li>
</ul>
<p>Di bagian luar sekeliling ruangan ini terdapat serambi atau teras terbuka untuk menikmati suasana sekeliling.</p>
<ul>
<li>Nistaning Utama Mandala adalah lantai dasar Gedung Monumen, yang terdapat ruang informasi, ruang keperpustakaan, ruang pameran, ruang pertemuan, ruang administrasi, gedung dan toilet. Ditengah-tengah ruangan terdapat telaga yang diberi nama sebagai Puser Tasik, delapan tiang agung dan juga tangga naik berbentuk tapak dara.</li>
</ul>
<p><em>*Dari berbagai sumber</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kevinabali.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kevinabali.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kevinabali.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kevinabali.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kevinabali.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kevinabali.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kevinabali.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kevinabali.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kevinabali.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kevinabali.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kevinabali.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kevinabali.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kevinabali.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kevinabali.wordpress.com/326/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=326&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kevinabali.wordpress.com/2010/07/02/monumen-bajra-sandhi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccf1181f24f38cbd490bda9b56951fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kevinabali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/07/3113892bajra_sandhi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bajra_sandhi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Taman Budaya Bali (Bali Art Centre)</title>
		<link>http://kevinabali.wordpress.com/2010/06/30/taman-budaya-bali-bali-art-centre/</link>
		<comments>http://kevinabali.wordpress.com/2010/06/30/taman-budaya-bali-bali-art-centre/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 10:04:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kevinabali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Architecture]]></category>
		<category><![CDATA[Art & Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[ardha candra]]></category>
		<category><![CDATA[art center]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kevinabali.wordpress.com/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[Taman Budaya Bali (Bali Art Centre) wilayah dibagi menjadi 4 kompleks, yaitu: - Kompleks Taman Suci (Kompleks Taman Suci) = Pura Pepaosan Beji, Bale Selonding, Bale - Kompleks Tenang = Perpustakaan Widya Kusuma - Kompleks setengah = Mahudara Exhibition Building, Bangunan Craft, Sculpture Studio, Rumah Seni dan Wantilan - Kompleks ramai = Tahap Open Stage Ardha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=317&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/06/8829383art_center1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-319" title="art_center" src="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/06/8829383art_center1.jpg" alt="" width="640" height="200" /></a><br />
Taman Budaya Bali (Bali Art Centre) wilayah dibagi menjadi 4 kompleks, yaitu:<br />
- Kompleks Taman Suci (Kompleks Taman Suci) = Pura Pepaosan Beji, Bale Selonding, Bale<br />
- Kompleks Tenang = Perpustakaan Widya Kusuma<br />
- Kompleks setengah = Mahudara Exhibition Building, Bangunan Craft, Sculpture Studio, Rumah Seni dan Wantilan<br />
- Kompleks ramai = Tahap Open Stage Ardha Candra dan tertutup Ksirarnawa (keduanya berlokasi di Sungai Selatan)</p>
<p><span id="more-317"></span></p>
<p>Taman Budaya atau Art Center arsitektur adalah sebuah komplek bangunan dengan tanda utama dari sebuah panggung terbuka besar. gelanggang di ruang terbuka ini dapat menampung sampai dengan 6,000 penonton untuk pertunjukan kolosal baik untuk modern dan juga tradisional. Dirancang oleh arsitek tradisional Bali Ida Bagus Pugur, dibuka untuk umum pada tahun 1973. Selain panggung terbuka tradisional, ada banyak bangunan dan aula dibangun dengan arsitektur Bali dengan hiasan terbaik. Bangunan ini terdiri dari dua jenis, satu jenis untuk pameran permanen dan orang lain adalah untuk pameran musiman, terutama selama Pesta Kesenian Bali di pertengahan bulan Juni-Juli setiap tahun. Dua bangunan dengan arsitektur Bali yang terbaik untuk pameran permanen di mana orang bisa melihat berbagai kesenian Bali dari fasilitas tari atau angka, ukiran, seni pakaian, lukisan, dan lain-lain. Selama Pesta Kesenian Bali seluruh bangunan diajukan dengan pameran dari semua jenis produk, seni tidak hanya produk tetapi juga sejarah, buku, kebutuhan sehari-hari, produk kreatif, pemerintah departemen dengan tugas dan lain-lain.</p>
<p>Situasi yang sibuk nyata selama satu bulan pesta. Kegiatan di panggung terbuka bahkan lebih hidup, seperti yang dijadwalkan kehidupan dewasa ini menunjukkan wakil-wakil mereka dari tarian tradisional atau drama atau pantomim dari Bali, provinsi lain di Indonesia dan peserta dari mancanegara. Peserta asing yg ikut seperti India, Thailand, Amerika Serikat, Perancis, Australia, Jepang, dan Korea. negara baru seperti Vietnam dan Kamboja juga aktif berpartisipasi. Saat moment menarik adalah pada saat pembukaan festival seni, yang selalu dimulai dengan pawai dari alun-alun Kota Lapangan Puputan Badung (depan Jaya Sabha)  dengan prosesi peed, tarian, musik, dekorasi, seni marshal dan lain-lain, di mana diundang pejabat tinggi dan pejabat asing menunggu di panggung sementara, Bali paviliun tradisional dengan atap jerami.</p>
<p>Sepanjang jalan prosesi yang terdiri dari berbagai seniman menunjukkan tindakan mereka atau tari menyusul oleh stasiun TV atau wartawan. Prosesi biasanya dimulai pukul 6 sore dan selesai jam 12 siang menandai awal dari festival seni sebulan panjang. Kehidupan situasi dapat dilihat baik di pameran dan di panggung terbuka mulai dari malam upacara pembukaan dengan prosesi itu. Setiap sore atau malam telah dijadwalkan pergantian setiap perwakilan untuk mempresentasikan acara mereka yang biasanya telah dikonfirmasi lama sebelum acara tersebut. Pada siang hari sisanya panggung terbuka juga tidak selalu, tetapi beberapa kali sekolah atau universitas akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti kehidupan drum band, drama, atau kegiatan seni lain yang mereka bisa hadir. Selain menunjukkan normal juga ada semacam kompetisi di antara musik tradisional Bali yang sama seperti Gong, dan pemenang akan diberikan apresiasi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kevinabali.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kevinabali.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kevinabali.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kevinabali.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kevinabali.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kevinabali.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kevinabali.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kevinabali.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kevinabali.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kevinabali.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kevinabali.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kevinabali.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kevinabali.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kevinabali.wordpress.com/317/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kevinabali.wordpress.com&amp;blog=8275884&amp;post=317&amp;subd=kevinabali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kevinabali.wordpress.com/2010/06/30/taman-budaya-bali-bali-art-centre/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccf1181f24f38cbd490bda9b56951fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kevinabali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kevinabali.files.wordpress.com/2010/06/8829383art_center1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">art_center</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
