Kevina Bali

all about balinesse life

Festival Layang-Layang Bali

Festival Layang-layang Bali pertama kali digagas oleh budayawan yang  juga mantan Gubernur Bali Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, pada tahun 1978. Festival Layang-layang Bali biasanya diadakan pada bulan Juli-Agustus setiap tahunnya. Lokasi festival layang-layang ini biasanya berada di Pantai Padang Galak, Sanur – Bali. Para peserta lomba ini adalah warga dari beberapa daerah kabupaten/kota  yang ada di Bali  seperti : Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan. Juga ada dari beberapa dari daerah lain di Indonesia maupun dari luar negeri seperti Jepang, Amerika, Australia dan dari Eropa juga berpartisipasi pada acara ini.

Bagi masyarakat Bali, layang-layang sudah menjadi budaya agraris mereka. Hal ini dapat dilihat selama waktu panen, angin bertiup sangat keras dan ini adalah saat yang tepat untuk mengadakan kegiatan lomba ini. Hal ini juga terlihat dari kehidupan masyarakat Hindu di bali yang menggunakan wujud Sang Hyang Rare Angon sebagai simbol kedekatan layang-layang dengan masyarakat Bali. Layang-layang menjadi ungkapan rasa syukur dan kebahagian petani atas keberhasilan panen mereka kepada Dewa Siwa, satu dari tiga manifestasi Tuhan dalam agama Hindu.

Beberapa layang-layang tradisional Bali seperti Bebean (berbentuk ikan), Janggan (berbentuk naga dgn ekor panjang) dan Pecukan (berbentuk daun) dan juga layang-layang kreasi baru akan mengikuti kontes. Ukuran layang-layang adalah berkisar antara 4 meter – 10 meter panjang. Layang Janggan tersebut bisa memiliki panjang ekor hingga 200 meter. Desain dari layang-layang biasanya dengan watna hitam, warna merah dan putih seperti layang-layang tradisional Bali, kecuali untuk layang-layang dengan kreasi baru.

Anak-anak dan orang dewasa di Bali selama masa panen ini membuat layang-layang dan diterbangkan di lahan yang kosong atau sawah kosong. Mereka akan tampil berkelompok yang terdiri dari beberapa anggota dan akan membuat beberapa layang-layang. Setiap kelompok akan membawa layang-layang mereka sendiri ke tempat perlombaan dan mereka akan memainkan gamelan Bali disebut Beleganjur selama festival. Satu kelompok bisa terdiri dari lebih dari 10 orang dan tergantung pada ukuran layang-layang. Lebih panjang dan besar layangannya, maka anggotanya lebih banyak. Para anggota bersaing dengan anggota lain, dan para juri akan melihat cara mereka menerbangkan layangannya dan waktu yang lebih lama layang-layang bisa terbang. Layang-layang harus bisa mengikuti arus angin, sehingga anggota terbaik akan mendapatkan piala dan uang jika salah satu layang-layang dipilih untuk menjadi pemenang. Setiap kelompok akan mengurus layang-layangnya sendiri. Kadang-kadang jika tidak bisa terbang dengan baik, maka mereka akan mengatur pembentukannya, bukan untuk membiarkan layang-layang tersebut jatuh langsung ke tanah tetapi mereka akan menangkap layang-layang begitu mereka hampir jatuh sehingga layang-layang tersebut tidak rusak. Tapi pada beberapa kondisi tertentu, layang-layang dapat rusak jikalau kelompok tersebut tidak mampu mengatasi segala situasinya, layang – layang tersebut bisa saja jatuh di tempat tertentu yang sulit dijangkau dan juga bisa patah/rusak sehingga tidak bisa meneruskan lomba tersebut.

About these ads

September 2, 2010 - Posted by | Art & Culture | , ,

4 Comments »

  1. kangen sama layangan di Bali, udah lama pindah dari Bali soalnya, hehe…ijin copy fotonya buat di blog saya bli

    Comment by adin | June 21, 2011 | Reply

    • pernah ikutan lomba di padang galak ya? silakan di copy.
      terima kasih sudah berkunjung ke blog saya

      Comment by kevinabali | July 22, 2011 | Reply

  2. dmn dpet sumber??? mohon minta rujukanya….

    Comment by suan.crash | July 12, 2012 | Reply

    • Informasi dari pengalaman sendiri yang ikut lomba layang-layang pada event ini dan dari berbagai sumber lainnya. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.

      Comment by kevinabali | April 9, 2013 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Archives

  • Blog Stats

    • 93,034 hits
  • Recent Posts

  • ardha candra arsitektur art center artshop asta bhumi asta kosala kosali bajra sandhi bali barong bbm breakfast buleleng cara celuk chevrolet culture dahsyat emas galungan gambelan gamelan gedung gong kebyar healthy hemat heritage ideal janger jegog jembrana joged kadar kerajinan kesehatan komputer layang-layang melasti merawat mobil monumen museum museum bali ngaben nyepi obat obyek wisata ogoh-ogoh pande pariwisata pelabuhan pelebon perak perhiasan perpustakaan pesta kesenian bali pete pitra yadnya PKB sarapan sejarah Seks seksual seni situs sudamala sunset tahun baru saka tamblingan tari tari baris tari pendet teknologi tema tips tradisional
  • Event

    June 15 - July 13, 2013

    Bali Art Festival XXXV 2013
    “Taksu : Membangkitkan Daya Kreatif dan Jati Diri”
    Please visit http://www.baliculturegov.com or contact: 0361. 243 621 for detail information & schedule

    kitefest2009

    July, 2013

    The annual event takes place around July or August as the strong wind heads for Padanggalak, Sanur, where the festival is held. Never imagine numerous small colourful kites decorate the blue sky above Sanur beach as the festival shows off various forms and colours of giant kites of 10-meter width. It is really about the competition of Balinese's creativity.

    bali10k

    August, 2013

    The month of August in Bali witnesses the great commemoration of the anniversary of Bali Province that takes place on August. The running competition takes participation of elite athletes from international, national, public and students. As part of sport tourism, this event is expected to draw a big number of tourists to highlight this event on their holiday agenda.

    sanurfest

    September 26th - 30th, 2013

    Amongst the foreign arrivals, Europe particularly, Sanur suits their best taste. The green view of villages in Sanur area which is well sustained inspires the organization of Sanur Village Festival that brings along a series of cultural events, music shows and culinary festival, also dance performances and water sports activities. Besides, through this event, the villagers around Sanur can merge with international community.

    kutakarnival2008

    October, 2013

    The carnival that takes place in the most famous tourist spot in Bali, Kuta beach, is usually held towards end of the year, like in October or September. It is a complete annual occasion consisting of beach sports, art and cultural, food festival, and painting exhibition centered at bursting Kuta.

    nusaduafiesta

    November, 2013

    Taking place in the best tourist spots, Nusa Dua and Peninsula Island, an annual festivity of Nusa Dua Fiesta is scheduled in October. The special 4-day occasion combines art and cultural activity, sport, music and exhibition also.

  • Partner

    Bali Post
    BaliBlogger
  • SAMSUNG Galaxy S4 [i9500] - White
    APPLE iPhone 5 16GB by Telkomsel - Black
  • Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: