Kevina Bali

all about balinesse life

Tari Baris

dt-baris

Tari Baris ini adalah tari Bali yang menggambarkan ketangkasan pasukan. Sebagai tarian upacara, sesuai dengan namanya “Baris” yang berasal dari kata bebaris yang dapat diartikan pasukan maka tarian ini menggambarkan ketangkasan pasukan prajurit. Tari ini merupakan tarian kelompok yang dibawakan oleh pria, umumnya ditarikan oleh 8 sampai lebih dari 40 penari dengan gerakan yang lincah cukup kokoh, lugas dan dinamis, dengan diiringi Gong Kebyar dan Gong Gede. Setiap jenis, kelompok penarinya membawa senjata, perlengkapan upacara dan kostum dengan warna yang berbeda, yang kemudian menjadi nama dari jenis- jenis tari Baris yang ada.
Tari-tarian Baris yang masih ada di Bali antara lain :

  • Baris Pendet : Tari baris yang para penarinya tampil tanpa membawa senjata perang melainkan sesaji (canang sari), ditarikan dalam upacara Dewa Yadnya. Di desa Tanjung Bungkak (Denpasar) penari baris ini membawa canang yang disebut canang oyod dan pada bagian akhir tariannya, para penari menari menggunakan kipas sambil “ma-aras-arasan” atau bersuka ria.
  • Baris Dadap : Baris yang membawa senjata dapdap (semacam perisai), gerakannya lebih lembut dari jenis-jenis tari Baris lainnya dan penarinya menari sambil menyayikan tembang berlaras slendro dengan diiringi gamelan Angklung yang juga berlaras slendro dan ditarikan dalam upacara Dewa Yanya kecuali di daerah Tabanan ditarikan dalam upacara Pitra Yadnya, banyak dijumpai didaerah Bangli, Buleleng, Gianyar dan Tabanan.
  • Baris Tamiang : Baris yang membawa senjata keris dan perisai yang dinamakan Tamiang, dapat dijumpai di daerah Badung.
  • Baris Bedil : Baris ini ditarikan oleh beberapa pasang penari yang membawa imitasi senapan berlaras panjang (bedil) terbuat dari kayu, ditampilkan dalam upacara Dewa Yadnya dan terdapat di daerah Klungkung, Bangli dan Badung.
  • Baris Gowak : Tarian yang melukiskan peperangan antara pasukan Tegal Badeng (Badung) dengan sekelompok burung gagak pembawa kematian, di mana beberapa pasang penarinya memerankan prajurit Tegal Badeng dan yang lainnya sebagai sekelompok burung gagak dengan kostum yang memakai sayap. Tarian ini sangat disucikan oleh masyarakat desa Selulung, Kintamani (Bangli) dan terdapat dalam Upacara Dewa Yadnya.
  • Baris Katekok jago : Baris yang membawa senjata tombak poleng (tombak yang tangkainya berwarna hitam dan putih) dan berbusana loreng hitam putih ditarikan dalam upacara Pitra Yadnya (Ngaben). Umumnya ada di daerah Badung dan Kodya Denpasar. Sedang tarian Baris sejenis di Buleleng disebut Baris Bedug dan di Gianyar disebut Baris Poleng.
  • Baris Cendekan : Baris ini ditarikan oleh beberapa pasang penari yang membawa senjata tombak yang pendek (cendek), ditampilkan dalam upacara Dewa Yadnya.
  • Baris Jangkang : Baris ini ditarikan oleh penari-penari yang membawa senjata tombak panjang, ditampilkan dalam upacara Dewa Yadnya dan terdapat di daerah Bangli, Gianyar, dan Klungkung (Nusa Penida).
  • Baris Demang  : Ditarikan oleh sekelompok penari yang menggambarkan tokoh Demang (salah satu dari tokoh Pagambuhan) dalam drama tari klasik Gambuh dengan senjatanya pedang, tumbak, panah dan lain-lainnya. Tari Baris ini terdapat di daerah Buleleng.
  • Baris Mamedi : Tarian ini menggambarkan sekelompok roh halus (mamedi) yang hidup ditempat angker seperti kuburan, para penarinya memakai busana yang terbuat dari dedaunan dan ranting yang diambil dari kuburan. Gamelan pengiring tarinya gamelan Balaganjur. Tarian diselenggarakan dalam rangka upacara Pitra Yadnya (ngaben) dan terdapat di daerah Tabanan.
  • Baris Tumbak : Baris yang membawa senjata tombak dan berbusana awiran berlapis – lapis ditarikan dalam upacara Dewa Yadnya, banyak dijumpai di daerah Badung, Bangli dan Gianyar.
  • Baris Presi : Para penari baris ini membawa senjata keris, dan sejenis perisai yang dinamakan presi. Diadakan dalam kaitannya dengan upacara Dewa Yadnya. Banyak dijumpai di daerah Bangli dan Buleleng.
  • Baris Bajra : Baris yang membawa senjata gada dengan ujungnya berbentuk bajra (seperti gada Bhima) dan ditarikan dalam upacara Dewa Yadnya serta dapat dijumpai di daerah Bangli dan Buleleng.
  • Baris Baris Kupu-Kupu : Sesuai dengan temanya, tari Baris ini melukiskan kehidupan binatang kupu-kupu dan penarinya mengenakan sayap kupu-kupu, gerakannya lincah dan dinamis menirukan gerak-gerik kupu-kupu. Hingga kini tari ini ada di desa Renon dan Lebah (Denpasar).
  • Baris Cina : Tari Baris ini diduga mendapat pengaruh budaya Cina, keunikannya terlihat dari tata busana (celana panjang dengan baju lengan panjang, selempang kain sarung, bertopi, berkacamata hitam serta memakai senjata pedang), geraknya (mengambil gerakan pencak silat), dan iringannya (gamelan Gong Bheri yaitu Gong tanpa moncol). Tarian ini menggambarkan pasukan juragan asal tanah Jawa yang datang ke Bali. Tarian ini ditampilkan dalam upacara Dewa Yadnya dan terdapat di desa Renon dan Belanjong, Sanur (Denpasar).
  • Baris Panah : Baris ini ditarikan oleh beberapa pasang penari yang membawa senjata panah dan ditampilkan dalam upacara Dewa Yadnya, terdapat di daerah Buleleng dan di Bangli.
  • Baris Gayung : Baris ini ditarikan oleh sekelompok penari yang terdiri dari para pemangku dengan membawa gayung atau cantil (alat untuk membawa air suci), ditampilkan dalam upacara Dewa Yadnya dan terdapat di daerah Bangli, Gianyar serta Badung.
  • Baris Cerekuak : Tarian yang menggambarkan gerak-gerik sekelompok burung air (cerekuak) ketika mencari kekasihnya, burung manuk dewata. Para penarinya memakai busana babuletan (kain yang dicawatkan sampai di atas lutut) dengan hiasan dari daun- daunan pada sekujur tubuh dan kepala, hanya ditampilkan dalam upacara Pitra Yadnya (Ngaben) dengan Gamelan pengiringnya Batel Gaguntangan. Tarian baris tersebut terdapat di daerah Tabanan.
  • Baris Ketujeng : Tari ini menggambarkan sekelompok roh halus yang hidup di tempat angker yang dimaksudkan sebagai tari pengantar atman orang yang meninggal menuju sorga, dibawakan oleh sekelompok penari yang mengenakan busana dari dedaunan. Tari baris ini dipertunjukan dalam upacara Pitra Yadnya (Ngaben)
  • Baris Omang : Tari Baris yang mempergunakan senjata tombak tetapi gerakannya perlahan-lahan seperti jalannya siput (Omang), menggambarkan pertempuran antara pasukan Tegal Badeng (Badung) dengan pasukan Guwak (burung gagak). Tarian ini sangat disucikan oleh masyarakat Selulung (Kintamani – Bangli, dan terdapat dalam upacara Dewa Yadnya.
  • Baris Kuning : Merupakan tarian upacara Dewa Yadnya yang ditarikan oleh sekelompok penari pria yang berbusana serba kuning dan bersenjatakan keris dan tamiang (perisai), terdapat di daerah Buleleng.
  • Baris Kelemet : Tarian ini dibawakan oleh sekelompok penari yang memerankan para nelayan, dengan senjata semacam dayung dan menggambarkan orang naik sampan di laut untuk menangkap ikan, tari ini ada dalam upacara Dewa Yadnya dan terdapat di daerah Badung.
  • Baris Jojor : Tarian baris yang ditarikan sekelompok penari dengan membawa senjata Jojor (tombak bertangkai panjang) terdapat dalam upacara Dewa Yadnya dan ada di daerah Buleleng, Bangli dan Karangasem.
  • Baris Tengklong : Tari yang dibawakan oleh sekelompok penari dengan senjata pedang, gerakannya dinamis, perkasa dan mendekati gerakan pencak silat. Khusus ditampilkan dalam upacara di Pura Penambangan Badung, tepatnya di desa Pamedilan Kodya Denpasar.
  • Baris Tunggal

wouh, banyak ya. Tari Baris ini biasanya dibagi jadi 3 babak. yaitu babak pembuka , babak alus, dan babak penutup. Di Babak pembuka ini biasanya gerakannya lebih agresif. biasa first imprest. hehehe. trus babak kedua gong atau musiknya akan lebih lembut. biasanya gerakannya pun lebih berwibawa. Babak penutup hampir sama dengan babak pertama.

Sumber: Team Survey ASTI

About these ads

September 1, 2009 - Posted by | Art & Culture |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Archives

  • Blog Stats

    • 93,057 hits
  • Recent Posts

  • ardha candra arsitektur art center artshop asta bhumi asta kosala kosali bajra sandhi bali barong bbm breakfast buleleng cara celuk chevrolet culture dahsyat emas galungan gambelan gamelan gedung gong kebyar healthy hemat heritage ideal janger jegog jembrana joged kadar kerajinan kesehatan komputer layang-layang melasti merawat mobil monumen museum museum bali ngaben nyepi obat obyek wisata ogoh-ogoh pande pariwisata pelabuhan pelebon perak perhiasan perpustakaan pesta kesenian bali pete pitra yadnya PKB sarapan sejarah Seks seksual seni situs sudamala sunset tahun baru saka tamblingan tari tari baris tari pendet teknologi tema tips tradisional
  • Event

    June 15 - July 13, 2013

    Bali Art Festival XXXV 2013
    “Taksu : Membangkitkan Daya Kreatif dan Jati Diri”
    Please visit http://www.baliculturegov.com or contact: 0361. 243 621 for detail information & schedule

    kitefest2009

    July, 2013

    The annual event takes place around July or August as the strong wind heads for Padanggalak, Sanur, where the festival is held. Never imagine numerous small colourful kites decorate the blue sky above Sanur beach as the festival shows off various forms and colours of giant kites of 10-meter width. It is really about the competition of Balinese's creativity.

    bali10k

    August, 2013

    The month of August in Bali witnesses the great commemoration of the anniversary of Bali Province that takes place on August. The running competition takes participation of elite athletes from international, national, public and students. As part of sport tourism, this event is expected to draw a big number of tourists to highlight this event on their holiday agenda.

    sanurfest

    September 26th - 30th, 2013

    Amongst the foreign arrivals, Europe particularly, Sanur suits their best taste. The green view of villages in Sanur area which is well sustained inspires the organization of Sanur Village Festival that brings along a series of cultural events, music shows and culinary festival, also dance performances and water sports activities. Besides, through this event, the villagers around Sanur can merge with international community.

    kutakarnival2008

    October, 2013

    The carnival that takes place in the most famous tourist spot in Bali, Kuta beach, is usually held towards end of the year, like in October or September. It is a complete annual occasion consisting of beach sports, art and cultural, food festival, and painting exhibition centered at bursting Kuta.

    nusaduafiesta

    November, 2013

    Taking place in the best tourist spots, Nusa Dua and Peninsula Island, an annual festivity of Nusa Dua Fiesta is scheduled in October. The special 4-day occasion combines art and cultural activity, sport, music and exhibition also.

  • Partner

    Bali Post
    BaliBlogger
  • SAMSUNG Galaxy S4 [i9500] - White
    APPLE iPhone 5 16GB by Telkomsel - Black
  • Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: